Karanganyar, Infojateng.id – Ikan lele selama ini dikenal sebagai sumber protein yang murah, mudah didapat, dan kaya gizi. Namun, tidak sedikit orang yang masih enggan mengonsumsinya karena duri, bau amis, atau kesulitan saat mengolahnya.
Melalui kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan untuk pemenuhan pangan keluarga berbasis protein ikan di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, sejumlah kader PKK mendapatkan pengetahuan praktis tentang budidaya sekaligus pengolahan lele yang lebih menarik dan ramah untuk seluruh anggota keluarga.
Kegiatan yang diikuti ratusan kader dan penggerak PKK tersebut menjadi ruang berbagi keterampilan sederhana yang bisa diterapkan langsung di rumah. Mulai dari cara menggoreng lele agar tetap lurus dan tidak mudah hancur, hingga mengolahnya menjadi bakso yang disukai anak-anak.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah teknik menghilangkan lendir dan mengurangi bau amis dengan menaburkan garam pada ikan sebelum dicuci. Cara sederhana ini juga membantu menjaga bentuk ikan tetap lurus saat digoreng.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan teknik memfilet lele sehingga duri dapat diminimalkan dan ikan menjadi lebih mudah dikonsumsi. Teknik ini dinilai penting untuk meningkatkan minat anak-anak mengonsumsi ikan sebagai sumber protein harian.
Tidak hanya itu, peserta juga belajar membuat bakso lele. Dengan memanfaatkan filet ikan tanpa kulit yang diberi perasan jeruk nipis terlebih dahulu, hasil olahan menjadi lebih bersih, tidak amis, dan memiliki tampilan yang lebih menarik.
Di balik berbagai teknik pengolahan tersebut, tersimpan pesan yang lebih besar, yakni pentingnya membangun kebiasaan makan ikan di lingkungan keluarga. Ikan mengandung protein berkualitas tinggi, asam lemak Omega-3, vitamin, dan mineral yang berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Karena itu, edukasi mengenai budidaya dan pengolahan ikan terus didorong melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya melalui pengenalan budidaya ikan dalam ember atau budikdamber yang dapat dilakukan di lahan terbatas.
Konsep ini memungkinkan keluarga memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan sumber pangan sendiri. Dengan perawatan yang relatif mudah dan biaya yang terjangkau, lele dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pelatihan memasak, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan keluarga dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di rumah. Ketika masyarakat memiliki keterampilan membudidayakan dan mengolah ikan dengan baik, kebutuhan gizi keluarga pun dapat terpenuhi dengan lebih mudah.
Pada akhirnya, upaya meningkatkan konsumsi ikan bukan hanya tentang menghadirkan menu yang lezat di meja makan, tetapi juga tentang membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan kuat melalui pemenuhan gizi yang berkualitas. (one/redaksi)

1 month ago
55

















































