Detoks Media Sosial 1-2 Minggu, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental

2 weeks ago 12

JAKARTA, iNews.id - Detoks media sosial selama 1-2 minggu disebut dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan sekaligus memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan. Jeda dari aktivitas di dunia maya juga memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari paparan informasi dan notifikasi yang terus-menerus.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan detoks media sosial dapat menjadi pilihan bagi orang yang mulai merasa lelah setiap kali membuka aplikasi media sosial. Menurut dia, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat membuat seseorang mengalami overstimulasi.

Rizky Febian Ajukan Kasasi soal Ahli Waris, Teddy Pardiyana Buka Pintu Damai

Baca Juga

Rizky Febian Ajukan Kasasi soal Ahli Waris, Teddy Pardiyana Buka Pintu Damai

“Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detoks media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” ujar dr Adam, dikutip Senin (10/8/2026).

Paparan berbagai informasi, visual, suara, dan notifikasi secara terus-menerus dapat membuat otak menerima banyak rangsangan dalam waktu bersamaan. Kondisi ini dapat berujung pada kecemasan dan kelelahan mental, terutama ketika seseorang sulit membatasi waktu menggunakan media sosial.

Kecelakaan Beruntun di Pasuruan, Truk Fuso Diduga Rem Blong Tabrak 3 Kendaraan

Baca Juga

Kecelakaan Beruntun di Pasuruan, Truk Fuso Diduga Rem Blong Tabrak 3 Kendaraan

“Media sosial memang bisa memicu overstimulasi yang berujung pada kecemasan dan kelelahan mental. Durasi detoks yang optimal bervariasi antar penelitian, namun sebagian menyebutkan durasi satu sampai dua minggu,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |