JAKARTA, iNews.id - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyoroti ledakan informasi di ruang publik pada era digital. Menurutnya, derasnya arus informasi, terutama di media sosial, justru lebih memengaruhi masyarakat dibandingkan produk pers.
Komaruddin mengatakan, ruang publik saat ini semakin luas dan bebas, salah satunya melalui media sosial. Namun, kondisi tersebut belum diimbangi dengan kualitas informasi yang memadai.
Baca Juga
Dewan Pers Terima 800 Aduan Sengketa Pers hingga Juli 2026, 454 Laporan Tuntas
“Misalnya banyaknya hoaks, kemudian kualitas informasi yang tidak bermutu yang saya kira ini ruang publik, wacana publik itu isinya sebagian tidak berkualitas,” ujar Komaruddin dalam Konferensi Pers Penyampaian Kinerja Dewan Pers di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Dia mencontohkan informasi yang muncul setelah pidato Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pesan strategis yang disampaikan Presiden terkait agenda pembangunan bangsa terkadang justru kalah oleh potongan pernyataan tertentu yang kemudian menjadi viral.
Baca Juga
Aksi Damai Puluhan Jurnalis di Solo, Soroti Pentingnya Kebebasan Pers
“Bahkan yang viral menjadikan heboh itu kan sebagian efek dari sampiran pidato-pidato presiden misalnya. Pidato-pidato yang strategis, yang mendasar secara agenda bangsa itu kadang dikalahkan oleh ucapan-ucapan sampiran-sampiran seperti misalnya gaji pengupas bawang, kemudian hasil penggilingan padi yang dua triliun sebulan,” kata dia.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































