JAKARTA, iNews.id - Doa setelah tarawih dan witir adalah momen istimewa yang menyempurnakan ibadah kita di bulan Ramadhan. Lebih dari sekadar pelengkap, doa ini adalah jembatan penghubung antara hamba dan Sang Pencipta, kesempatan emas untuk menyampaikan segala harapan, kerinduan, dan permohonan ampunan.
Di tengah sunyinya malam, setelah khusyuknya shalat, doa-doa yang dipanjatkan memiliki kekuatan yang luar biasa, menembus langit dan menggetarkan Arsy Ilahi.
Mari kita telaah bersama keutamaan, makna mendalam, dan panduan lengkap doa setelah Tarawih dan Witir, agar setiap kata yang terucap menjadi wujud cinta dan penghambaan kita kepada Allah SWT.
Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, berikut doa setelah tarawih dan witir:
Doa Setelah Tarawih dan Witir
Tidak terdapat doa khusus yang diajarkan setelah shalat tarawih maupun di antara rakaatnya. Doa yang disunnahkan adalah doa setelah shalat witir. Adapun doa yang sering dilafalkan oleh masyarakat, yaitu:
أشهد أن لا إله إلا الله، وأستغفر الله أسألك الجنة، وأعوذ بك من النار
Latin:
Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa astaghfirullaah, as'alukal jannah, wa a'uudzu bika minan naar.
Terjemahan:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon surga kepada-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari api neraka."
Doa ini didasarkan pada hadis berikut:
فاستكثروا فيه من أربع خصال، خصلتان ترضون بهما ربكم، وخصلتان لا غنى بكم عنهما، أما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله، وتستغفرونه، وأما الخصلتان اللتان لا غنى بكم عنهما، فتسألون الجنة، وتعوذون من النار
“Perbanyaklah melakukan 4 hal dalam bulan Ramadan. Dengan dua hal, kalian akan mendapatkan ridha dari Rabb kalian; dua hal lainnya sangat kaliat butuhkan. Dua hal, yang dengannya kalian mendapatkan ridha Rabb kalian, adalah Syahadat Laailaaha illallaah dan beristigfar kepada-Nya. Adapun dua hal yang sangat kalian butuhkan adalah kalian meminta surga dan memohon perlindungan dari neraka.”
Namun, perlu diperhatikan bahwa hadis ini dinilai dhaif (lemah) sebagaimana dijelaskan dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah: “Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Muhamili dalam Al-Amali (jilid 5, no.50) dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (no. 1887).
Ibnu Khuzaimah berkomentar, ‘Andaikan sahih, bisa menjadi dalil.’ Juga diriwayatkan oleh Al-Wahidi dalam Al-Wasith, 1:640. Sanad hadis ini dhaif karena adanya perawi Ali bin Zaid bin Jada’an. Orang ini dhaif, sebagaimana keterangan Imam Ahmad dan yang lainnya. Imam Ibnu Khuzaimah telah menjelaskan, ‘Saya tidak menjadikan perawi ini sebagai dalil, karena hafalannya jelek.’” (Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah, 2:263)
Berikut adalah doa-doa yang dianjurkan setelah shalat witir:
Doa setelah shalat Witir
Doa Pertama:
اللَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ ، أَنْتَ كَمَا أَثــــْنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.” (H.r. An-Nasa’i, Abu Daud, dan Turmudzi; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Editor: Komaruddin Bagja