Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak

3 weeks ago 24

JAKARTA, iNews.id - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sepanjang 2025 sebanyak 59 persen kematian akibat dengue terjadi pada kelompok usia 0-14 tahun.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa DBD bukan sekadar penyakit yang menyebabkan demam tinggi, tetapi dapat berkembang menjadi kondisi berat yang mengancam nyawa apabila terlambat ditangani.

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak

Selain itu, kelompok usia 5-14 tahun tercatat secara konsisten menjadi kelompok dengan proporsi kematian akibat dengue tertinggi selama periode 2018-2025.

Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, dr Ikhsanuddin Qothi, mengatakan salah satu kesalahan yang masih sering terjadi adalah anggapan bahwa seseorang yang pernah terkena DBD tidak akan terinfeksi lagi.

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

Baca Juga

Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

"Setelah terinfeksi salah satu serotipe, seseorang masih dapat terinfeksi kembali oleh serotipe yang berbeda. Infeksi berikutnya bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya dengue berat," ujar dr. Ikhsan dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026). 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |