Kemarau Panjang Segera Berakhir, BMKG Ungkap Hujan Deras Kembali Guyur RI Oktober-November

3 weeks ago 30

JAKARTA, iNews.id - Hujan kategori tinggi diprediksi mulai muncul di sejumlah wilayah Indonesia pada Oktober hingga November 2026 setelah puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus dan September. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut intensitas hujan akan meningkat secara bertahap pada periode tersebut.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, lebih dari separuh wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau hingga pertengahan Juli 2026. Kondisi tersebut disampaikan Faisal dalam Konferensi Pers Perkembangan Musim Kemarau dan Penguatan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai Antisipasi Dampak El Nino, Kamis (30/7/2026).

Kemarau Dahsyat! 3 Kampung Tenggelam di Bendungan Lebak Banten Muncul Lagi

Baca Juga

Kemarau Dahsyat! 3 Kampung Tenggelam di Bendungan Lebak Banten Muncul Lagi

“Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 509 zona musim yang mencakup 54,5 persen luasan daratan Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sementara 77 zona musim yang mencakup 11,8 persen luas daratan Indonesia masih mengalami musim hujan, dan 113 zona musim mencakup 33,7 persen luas daratan Indonesia memiliki satu musim atau kita sebut tipe satu musim,” kata Faisal.

Dia menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus dan September 2026. Sebagian besar wilayah juga diprediksi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

BMKG Ungkap Modifikasi Cuaca Tingkatkan Curah Hujan hingga 40 Persen saat Musim Kemarau

Baca Juga

BMKG Ungkap Modifikasi Cuaca Tingkatkan Curah Hujan hingga 40 Persen saat Musim Kemarau

“Puncak musim kemarau tahun 2026 diprediksi umumnya terjadi pada bulan Agustus atau 48,84 persen luas daratan Indonesia, dan di bulan September atau 25,41 persen luas daratan Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari normal, dengan 437 zona musim atau 48,7 persen luasan daratan Indonesia diprediksi memiliki durasi musim kemarau yang lebih panjang dibanding kondisi normal,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |