NEPAL, iNews.id – Bencana banjir bandang dahsyat yang menerjang Nepal meninggalkan kisah memilukan sekaligus mencekam. Seorang pria berhasil menyelamatkan diri dari terjangan air bah, tetapi harus menghadapi kenyataan pahit karena istri dan putranya yang berusia 18 tahun hilang dalam bencana tersebut.
Banjir datang begitu cepat hingga warga nyaris tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri. Dalam hitungan detik, air bah menerjang permukiman, menyeret orang-orang, kendaraan, rumah, hingga berbagai benda yang berada di jalurnya.
Baca Juga
Nepal Masih Mencekam! 165 Orang Tewas, Ratusan Hilang usai Banjir Bandang Dahsyat
Hingga laporan terbaru, 175 jenazah telah ditemukan, sementara 823 orang masih dinyatakan hilang.
Tim penyelamat masih menyisir wilayah terdampak untuk mencari korban yang belum ditemukan. Namun, upaya tersebut tidak mudah karena lumpur setebal beberapa meter menutupi rumah, jalan, jembatan, dan berbagai fasilitas publik.
Baca Juga
Update Banjir Nepal-China: 160 Orang Tewas, 1.300 Hilang termasuk 500 Turis Asing
"Banjir Itu Datang dalam Hitungan Detik"
Kisah pilu tersebut disampaikan seorang pedagang yang memiliki toko pakaian di Pasar Trishuli, distrik Nuwakot.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































