Konsumsi Manis Berlebih, Gen Z Diminta Waspadai Diabetes Sejak Dini

7 hours ago 1

Batang, infojateng.id – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan makanan cepat saji yang kian populer di kalangan Generasi Z (Gen Z) dinilai dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM), salah satunya diabetes melitus.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tenaga kesehatan dan dunia pendidikan yang terus mengingatkan pentingnya pola hidup sehat sejak usia remaja.

Budaya nongkrong di kafe atau kedai kopi sambil menikmati minuman manis kini menjadi bagian dari gaya hidup sebagian kalangan remaja. Jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup, kebiasaan tersebut berpotensi memicu gangguan kesehatan di masa depan.

Salah satu siswa, Yuni dan Rafael mengaku budaya nongkrong menjadi gaya hidup generasi z saat ini dan menjadi pemicu timbulnya PTM. Diakuinya, tiap bulan bisa meluangkan waktu beberapa kali untuk nongkrong sambil ngopi.

Yuni sendiri mengaku hanya lima kali dalam sebulan meluangkan waktu untuk ngopi bersama teman. Hal itu karena dikhawatirkan memicu munculnya penyakit seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi yang kini rawan diderita remaja seusianya.

“Sempat ada rasa cemas, tapi untuk mencegah lebih dibanyakin konsumsi makanan buatan rumah aja, seperti sayuran,” ujarnya saat ditemui di SMA Negeri 2 Batang, Jumat (19/6/2026).

Berbeda dengan Yuni, siswa lainnya, Rafael, mengaku cukup sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya sambil menikmati kopi atau minuman manis.

“Nggak ngitung sih seminggu berapa kali ngopi, tapi kalau sebulan bisa sampai 20 kali, buat ngumpul sambil ngopi bareng teman,” katanya.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Batang 3, Andre Prasetyo, mengatakan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula perlu mendapat perhatian serius. Ia juga menyarankan pentingnya pengaturan konsumsi yang terukur.

“Kebiasaan Gen Z sekarang suka ngemil makanan manis dan asin, kemudian kurang bergerak. Sambil mager itu bisa menjadi faktor risiko diabetes maupun tekanan darah tinggi jika tidak dikontrol,” jelas Andre.

Sementara itu, Pembina Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri 2 Batang, Ferawati, mengimbau para pelajar agar lebih bijak dalam mengatur gaya hidup sehari-hari, termasuk membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.

Hal tersebut penting demi menjaga kesehatan tubuh, mengingat sebagai pelajar memiliki banyak kegiatan pembelajaran di dalam maupun luar kelas.

“Kurangi kebiasaan nongkrongnya ya, yang biasanya begadang sampai malam, biasakan tidur tidak terlalu larut, seperti layaknya pelajar. Jadi pas di kelas pun bisa mengikuti pelajaran, biar tidak ngantuk,” tegasnya.

Terkait makanan dan minuman capat saji, tidak disarankan untuk dikonsumsi secara berlebihan karena kurang baik untuk kesehatan.

“Saran saya lebih baik mengonsumsi makanan buatan orang tua karena asupan gizinya pasti terukur,” tandasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |