JAKARTA, iNews.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkap cukup banyak sekolah dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) yang kekurangan murid atau jumlah peserta didik di bawah 100 orang.
Abdul Mu'ti menyebut, pihaknya saat ini tengah memetakan persoalan tersebut dan menyiapkan solusi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurutnya, ada tiga faktor utama yang menyebabkan banyak sekolah mengalami kekurangan murid.
Baca Juga
Kemendikdasmen Telah Buka Pendaftaran TKA 2026, Siswa Punya Waktu Persiapan Lebih Panjang
"Yang pertama memang ada keterbatasan jumlah anak usia sekolah, khususnya anak-anak SD. Sekarang jumlah anak usia sekolah itu tidak cukup banyak dan penyebabnya tentu sangat-sangat kompleks ya, tapi intinya keterbatasan jumlah anak usia sekolah," ujar Mu'ti di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Faktor kedua, berkaitan dengan banyaknya sekolah dasar yang dibangun pemerintah Orde Baru untuk memperluas akses pendidikan dasar. Program pembangunan SD Inpres membuat hampir setiap desa memiliki sekolah dasar, bahkan dalam sejumlah kasus terdapat lebih dari satu sekolah di satu desa.
Baca Juga
Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 11.744 Sekolah Rampung pada Juli-Agustus 2026
"Sehingga setiap desa itu minimal punya satu sekolah dasar, SD Inpres, yang sebelumnya sudah ada sekolah yang berdiri sebelumnya. Sehingga mungkin satu desa bisa memiliki lebih dari satu sekolah dasar. Sehingga memang jumlahnya menjadi sangat banyak," kata dia.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































