Muncul 'NATO' Baru di Timur Tengah? Ini Isi Pakta Pertahanan Makkah

3 hours ago 3

ANKARA, iNews.id - Pakta Pertahanan Makkah yang dibentuk Turki, Arab Saudi, dan Pakistan memunculkan pertanyaan apakah aliansi baru mirip NATO mulai terbentuk di kawasan Timur Tengah? Perjanjian tersebut menerapkan mekanisme pertahanan kolektif, di mana serangan terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Pakta tersebut ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Kota Makkah pada Jumat pekan lalu.

 Pakta Pertahanan Makkah Bukan untuk Lawan Iran

Baca Juga

Turki: Pakta Pertahanan Makkah Bukan untuk Lawan Iran

Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Hakan Fidan mengatakan, mekanisme pertahanan dalam pakta tersebut secara teknis mirip dengan Pasal 5 NATO. Klausul tersebut menjadi dasar pertahanan kolektif aliansi Atlantik Utara dengan prinsip bahwa serangan terhadap satu anggota dipandang sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Namun, Fidan menegaskan Pakta Pertahanan Makkah tidak serta-merta berarti ketiga negara akan langsung mengerahkan pasukan ketika salah satu anggotanya diserang.

Diteken di Makkah! Turki, Saudi dan Pakistan Sepakati Kerja Sama Pertahanan Saling Melindungi

Baca Juga

Diteken di Makkah! Turki, Saudi dan Pakistan Sepakati Kerja Sama Pertahanan Saling Melindungi

Negara yang menjadi sasaran serangan harus terlebih dulu meminta bantuan dan menentukan jenis dukungan yang dibutuhkan. Bantuan dapat berupa pertukaran intelijen, dukungan logistik, penyediaan amunisi hingga pengerahan unit militer.

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |