Nadiem Soroti Beda Perlakuan dengan Febrie: Saya Diborgol, Tak Diizinkan Doorstop

6 days ago 5

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim merespons mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah, yang kini terseret kasus hukum. Nadiem menyinggung adanya perbedaan perlakuan penyidik yang diterimanya dibandingkan dengan Febrie.

Menurut Nadiem, saat pertama kali ditahan, dirinya harus mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda milik Kejagung dan diborgol. Tak hanya itu, dia mengaku tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan keterangan kepada awak media.

Nadiem Makarim Singgung Kriminalisasi, Optimistis Hadapi Sidang Banding usai Reformasi Kejagung

Baca Juga

Nadiem Makarim Singgung Kriminalisasi, Optimistis Hadapi Sidang Banding usai Reformasi Kejagung

"Bagi kami yang mengalami proses kriminalisasi ini, tidak ada itu namanya tidak pakai rompi atau diborgol ya. Bukan hanya itu, kami tidak diperbolehkan doorstop," ujar Nadiem di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Sidang Banding Nadiem, Hakim Putuskan 4 Saksi dan 1 Ahli Diperiksa Ulang

Baca Juga

Sidang Banding Nadiem, Hakim Putuskan 4 Saksi dan 1 Ahli Diperiksa Ulang

Nadiem juga mengatakan dirinya harus menjalani penahanan mesk  tidak ditemukan barang bukti dalam perkara yang menjeratnya. Dia menyebut perlakuan serupa dialami oleh orang-orang yang menjadi korban kriminalisasi.

"Jadi ya menurut saya, harapan ke depan saya adalah dengan sekarang masyarakat tahu, sekarang pelanggaran-pelanggaran etika yang terjadi dan apa yang kita hadapi. Semoga keadilan akan datang untuk kita semua," tutur dia.

Nadiem Singgung Ada Intimidasi di Balik Vonisnya, Klaim Harusnya Bebas tapi Diputus Bersalah

Baca Juga

Nadiem Singgung Ada Intimidasi di Balik Vonisnya, Klaim Harusnya Bebas tapi Diputus Bersalah

Nadiem mengingatkan korupsi merupakan perbuatan yang sangat serius. Namun, menurut dia, menzalimi orang yang tidak bersalah merupakan kesalahan yang lebih besar.

"Korupsi itu dosa besar, tapi dosa terbesar menurut saya lebih besar adalah menzalimi orang yang tidak bersalah. Itu adalah suatu hal yang harus kita mengerti sebagai masyarakat. Bahwa satu pun orang tidak bersalah, satu pun hari masuk di dalam penjara itu adalah suatu hal yang tidak bisa ditoleransi di dalam negara hukum," tandasnya.

Nadiem Hadiri Sidang Banding Perdana, Didampingi Keluarga hingga Driver Ojol

Baca Juga

Nadiem Hadiri Sidang Banding Perdana, Didampingi Keluarga hingga Driver Ojol

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |