Brebes, infojateng.id – Bak mendapat durian runtuh, Kusriyati (65), seorang nenek yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir (jukir) di Kabupaten Brebes, kini bisa bernapas lega dan tersenyum haru.
Keberaniannya menggagalkan aksi pencurian uang senilai Rp3,6 miliar berbuah manis berupa hadiah ibadah umrah gratis ke Tanah Suci.
Kisah ini bermula saat Kusriyati sedang bertugas menjaga parkir di kawasan pelabuhan. Sebuah mobil milik juragan kapal, Kliwon Alwawan, yang berisi uang tunai miliaran rupiah menjadi sasaran komplotan maling bermodus pecah kaca.
Melihat gelagat mencurigakan dan aksi pelaku yang mulai menggasak uang, Kusriyati tidak tinggal diam. Tanpa rasa takut, ia berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.
Teriakan lantang Kusriyati seketika membuat pelaku panik luar biasa hingga memutuskan kabur dan meninggalkan uang jarahannya di lokasi kejadian.
Aksi heroik Kusriyati sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, sesaat setelah kejadian, pemilik uang yang masih syok berat hanya memberikan uang ucapan terima kasih sebesar Rp100.000. Uniknya, uang tersebut justru dibagi rata oleh Kusriyati kepada tiga rekan sejawatnya sesama jukir.
Mengenai imbalan Rp100 ribu itu, Kliwon kemudian mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut murni karena dirinya tengah panik hebat pascakejadian.
Sebagai bentuk apresiasi yang sesungguhnya atas kejujuran dan keberanian Kusriyati, Kliwon bersama sang istri langsung menyambangi kediaman sang nenek.
Mengetahui bahwa Kusriyati memiliki impian besar untuk melihat Ka’bah namun terkendala biaya, Kliwon langsung memberikan hadiah berupa paket umrah gratis.
“Hadiah itu bukan karena setelah viral imbalan Rp100 ribu, tapi saya dan istri ikhlas untuk mengajak umrah, setelah beliau mengungkapkan ingin melihat Ka’bah,” lanjut dia.
Penghasilan Kusriyati sebagai jukir hanya berkisar antara Rp36.000 hingga Rp90.000 per hari, hadiah ini bak mukjizat yang menjadi nyata.
“Saya orang tidak punya, ini seperti mimpi. Saya tidak menyangka akan diajak umrah,” ujar Kusriyati dengan mata berkaca-kaca sambil menunjukkan koper keberangkatannya.
Jika tidak ada arah melintang, Kusriyati dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pada 7 Agustus 2026 mendatang setelah seluruh proses administrasi dan paspornya rampung.
Kisah Nenek Kusriyati menjadi bukti nyata bahwa kejujuran dan keberanian selalu membuahkan berkah yang tak terduga. (eko/redaksi)

4 hours ago
2
















































