JAKARTA, iNews.id - Nilai tukarrupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Jumat (21/8/2026). Rupiah naik 0,3 persen ke Rp17.694 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, kebijakan otoritas AS dalam mengendalikan kenaikan yield obligasi menjadi sentimen positif bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga
Prabowo Targetkan Rupiah Rp17.500 per Dolar AS di 2027
"Secara sentimen eksternal, Departemen Keuangan AS mengumumkan akan melipatgandakan buyback surat berharga negara (Treasury) jangka panjang menjadi setidaknya 4 miliar dolar AS per operasi selama kuartal mendatang untuk menurunkan imbal hasil," ujar Ibrahim dalam analisisnya, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, pemerintah AS masih membuka kemungkinan meningkatkan pembelian tersebut karena menilai tingkat yield saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental ekonomi.
Baca Juga
Prabowo Umumkan RAPBN 2027 Rp4.097 Triliun, Rupiah Dipatok Rp17.500 per Dolar AS
Pelonggaran biaya pinjaman jangka panjang di AS dinilai dapat menahan penguatan dolar AS secara global, sehingga memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk bergerak positif.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































