Jakarta, infojateng.id – PT PLN (Persero) mengungkap penyebab terjadinya pemadaman listrik bergilir yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa.
Pemadaman dilakukan sebagai langkah menjaga keandalan sistem kelistrikan setelah dua unit pembangkit besar mengalami gangguan operasional.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini masih beroperasi dan terkendali dengan baik.
Namun, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.
Menurut Gregorius, langkah tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. Selain itu, terdapat dua unit pembangkit berkapasitas besar yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat beroperasi sementara waktu.
Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan listrik sistem menurun, sehingga PLN perlu melakukan pengaturan operasi sistem untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
PLN saat ini terus melakukan percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain yang tersedia. Berbagai upaya teknis juga dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan pelanggan.
“PLN terus bekerja melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik,” ujar Gregorius.
PLN memastikan manajemen beban yang diterapkan saat ini bersifat sementara. Pemadaman bergilir akan dihentikan secara bertahap seiring membaiknya kondisi pasokan listrik dan kembalinya unit-unit pembangkit yang mengalami gangguan.
Sebelumnya, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga beberapa daerah lainnya dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali).
Kondisi tersebut sempat dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha, hingga layanan publik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga memastikan bahwa pemadaman listrik tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan batu bara.
Pemerintah bersama PLN saat ini terus melakukan langkah percepatan pemulihan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Atas kondisi tersebut, PLN kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Perseroan berharap proses pemulihan dapat berlangsung cepat sehingga layanan kelistrikan kembali normal. (eko/redaksi)

5 hours ago
1
















































