KUPANG, iNews.id - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil alih penanganan penyelidikan dugaan intimidasi terhadap dokter Icha dengan membentuk tim joint investigation atau tim investigasi gabungan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara profesional, objektif, transparan serta berbasis alat bukti yang sah.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan, pembentukan tim gabungan tersebut merupakan tindak lanjut hasil asistensi bersama Bareskrim Polri untuk memperkuat penanganan perkara.
Baca Juga
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake usai Terseret Kasus Kematian Dokter Icha
"Kapolda NTT menginstruksikan agar penanganan perkara dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan sejumlah fungsi di lingkungan Polda NTT dan Polres jajaran," kata Henry dikutip Jumat (3/7/2026).
Dia menjelaskan, Kapolda NTT juga menekankan agar seluruh potensi alat bukti dan fakta hukum didalami secara menyeluruh melalui mekanisme joint investigation dengan pendekatan scientific crime investigation.
Baca Juga
LPSK Kawal Kasus Kematian Dokter Icha di NTT, Siap Dampingi Keluarga Korban
Dengan metode tersebut, setiap kesimpulan penyelidikan nantinya harus didasarkan pada alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































