JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku terkejut karena program Gerakan Pilah Sampah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Gerakan ini merupakan tindak lanjut atas kebijakan bahwa TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu mulai Agustus 2026.
"Yang berkaitan dengan pilah sampah, yang saya kaget seperti yang saya sampaikan tadi, gerakan ini disambut luar biasa," ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga
Pramono Evaluasi Program Pilah Sampah Tiap 2 Pekan: Bantargebang Sudah Tak Mampu lagi
Untuk mensosialisasikan program ini, Pemprov DKI Jakarta telah mengumpulkan pengurus RT dan RW di Monumen Nasional (Monas). Menurutnya para pengurus lingkungan turut menunjukkan kebanggaan terhadap upaya pengelolaan sampah.
"Bahkan ketika kita mengumpulkan RT RW di Monas kemudian memberikan apresiasi, rata-rata mereka mempunyai kebanggaan terhadap penanganan sampah," sambungnya.
Baca Juga
153 Pasar di Jakarta Diwajibkan Pilah Sampah sebelum Dikirim ke Bantargebang
Pramono menyampaikan bahwa gerakan pilah sampah kini mendapatkan respons yang sangat masif, termasuk ke lingkungan Balai Kota Jakarta. Ia pun tak pernah membayangkan sebelumnya kalau Balai Kota bisa memiliki bank sampah.
Dia mengingatkan agar pengelolaan bank sampah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Oleh karenanya dirinya meminta anak buahnya untuk menjalankan program penanganan sampah ini dengan serius.
Baca Juga
Pramono Siapkan Infrastruktur Dukung Program Pilah Sampah di Jakarta
"Saya sendiri tidak membayangkan di Balai Kota ada bank sampah yang mudah-mudahan saya minta kepada Kepala Biro Umum untuk ditangani secara baik, jangan hanya seremoni, saya tidak mau yang seremoni," ucap dia.
Editor: Puti Aini Yasmin
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































