JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan pemerintah mengincar influencer dan pedagang daring sebagai sasaran pajak baru. Menurutnya, kebijakan diberikan adil sesuai kepada siapa saja.
Purbaya menegaskan siapa pun warga negara yang mengantongi pendapatan di atas batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), secara otomatis memiliki kewajiban hukum untuk menyetorkan Pajak Penghasilan (PPh) kepada negara.
Baca Juga
Tak Semua Pedagang Online Dipungut Pajak Marketplace, Ini Kriterianya
"Kalau punya penghasilan tinggi, ya dipajakin. Jadi equal treatment untuk semua warga negara Indonesia, bukan diincar," kata Purbaya dalam sebuah tayangan podcast, dikutip Jumat (3/7/2026).
Sebagai bagian dari langkah penguatan administrasi, pemerintah secara resmi telah menunjuk empat perusahaan penyedia marketplace sebagai agen pemungut pajak per 1 Juli 2026. Namun, eksekusi pemotongan pajak di lapangan baru akan diberlakukan secara efektif mulai 1 Agustus 2026 mendatang.
Baca Juga
Tokopedia hingga Blibli Mulai Pungut Pajak Pedagang Online Hari Ini!
Melalui mekanisme baru ini, pihak marketplace akan langsung memotong PPh Pasal 22 dengan tarif sebesar 0,5 persen atas akumulasi omzet yang didapatkan oleh para pedagang yang berjualan di platform mereka.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































