Ratusan Mantan Perwira Israel Minta Trump Paksa Netanyahu Hentikan Kekerasan Pemukim Yahudi

3 hours ago 2

TEL AVIV, iNews.id - Ratusan mantan pejabat militer, diplomat, dan intelijen Israel meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menghentikan kekerasan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

CIS meminta Trump untuk mengangkat isu selama pertemuan dengan Netanyahu di Gedung Putih, Selasa (28/7/2026) waktu setempat. Ini merupakan kunjungan ketujuh Netanyahu ke Gedung Putih selama masa jabatan periode kedua Trump sejak 2021.

Abaikan Seruan Wali Kota New York Mamdani, Netanyahu Tak Takut Ditangkap

Baca Juga

Abaikan Seruan Wali Kota New York Mamdani, Netanyahu Tak Takut Ditangkap

Dalam surat yang diterbitkan Selasa, hampir 600 mantan pejabat militer Israel mendesak Trump untuk membantu mengakhiri malapetaka terkait meningkatnya kekerasan di Tepi Barat. Mereka khawatir meningkatnya kekerasan akan berdampak terhadap keamanan Israel, AS, hingga negara-negara di kawasan.

Mereka juga menyebut Trump sebagai satu-satunya orang yang mampu memaksa Netanyahu.

 Opini Warga AS terhadap Israel dan Netanyahu Makin Buruk

Baca Juga

Survei: Opini Warga AS terhadap Israel dan Netanyahu Makin Buruk

“Kecuali dihentikan dengan cepat dan tegas, meningkatnya kekerasan di Tepi Barat siap menyulut konflik di kawasan dan memberikan dampak serius bagi keamanan Israel dan kepentingan regional AS,” demikian isi surat yang ditulis kelompok lobi Commanders for Israel’s Security (CIS), seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (29/7/2026).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |