Relawan Bolodewo Tuding Plt Bupati Pati Lakukan “Kudeta Politik” terhadap Sudewo

23 hours ago 5

Pati, Infojateng.id  – Pernyataan Bupati Pati nonaktif Sudewo yang menuding Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra terus memfitnah dirinya mendapat dukungan dari Tim Advokasi Relawan Bolodewo Pati.

Tim Advokasi Relawan Bolodewo Pati, Fatkhurrohman, menyatakan pihaknya mengecam keras sikap Chandra yang dinilai tidak menunjukkan loyalitas sebagai wakil bupati yang dipilih langsung oleh Sudewo dalam Pilkada.

Menurut Fatkhurrohman, seorang wakil bupati semestinya mendukung seluruh program kepala daerah yang dipilih bersama rakyat, bukan justru membangun narasi yang, menurutnya, mengarah pada upaya menjatuhkan bupati.

“Kami mengecam keras sikap yang dilakukan oleh Plt Bupati Chandra. Seharusnya beliau mengevaluasi diri. Beliau menjadi wakil bupati karena dipilih oleh Pak Sudewo, sehingga seharusnya mendukung seluruh program bupati, bukan malah membuat narasi yang mengarah pada upaya menjatuhkan beliau,” tegas Fatkhurrohman.

Ia bahkan menyebut dugaan langkah-langkah yang dilakukan Chandra sebagaimana disampaikan Sudewo sebagai bentuk “kudeta politik”, meski hal tersebut merupakan penilaian dari pihak relawan.

“Kalau benar seperti yang disampaikan Pak Sudewo, itu bisa dinilai sebagai kudeta politik terhadap bupati yang memilihnya. Kami mengecam keras tindakan seperti itu,” ujarnya.

Fatkhurrohman juga membandingkan capaian pemerintahan saat dipimpin Sudewo dengan kondisi saat ini. Menurutnya, meski belum genap setahun menjabat, Sudewo telah menggulirkan berbagai program yang dirasakan masyarakat.

Ia mencontohkan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, pembangunan infrastruktur, hingga penataan birokrasi yang disebutnya berjalan tanpa pungutan.

“Dalam waktu kurang dari satu tahun, pembangunan sudah terlihat nyata. Program beasiswa, pembangunan infrastruktur, penataan pegawai, semua berjalan. Itu yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Karena itu, ia meminta Chandra menghentikan berbagai narasi yang dinilai menyudutkan Sudewo dan lebih fokus melanjutkan program-program pemerintahan yang telah disusun bersama saat maju sebagai pasangan dalam Pilkada.

“Program itu adalah program pasangan Sudewo–Chandra. Ketika bupati menghadapi persoalan hukum, seharusnya wakil bupati melanjutkan program tersebut, bukan malah membangun narasi yang memperkeruh keadaan,” ucapnya.

Fatkhurrohman juga menilai muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa arah kepemimpinan Chandra saat ini lebih dekat dengan kelompok yang sebelumnya menjadi lawan politik Sudewo. Menurutnya, persepsi tersebut perlu dijawab dengan kinerja, bukan dengan polemik politik.

Hingga berita ini diterbitkan, Infojateng.id telah berupaya mengonfirmasi video pernyataan Bupati Sudewo yang beredar luas di media sosial kepada Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (one/redaksi)

Catatan: Seluruh tudingan dan penilaian dalam berita ini merupakan pernyataan narasumber. Pihak Plt Bupati Pati belum memberikan tanggapan sehingga ruang hak jawab tetap terbuka apabila yang bersangkutan bersedia memberikan klarifikasi.

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |