Ribuan Bhabinkamtibmas Jalani Skrining TB Paru, Polda Jateng Siapkan Tracer hingga Tingkat Desa

1 month ago 54

Semarang, infojateng.id – Polda Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis (TB) melalui inovasi Polda Jateng TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining TB Paru terhadap seluruh Bhabinkamtibmas di wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 2 hingga 9 Juni 2026 tersebut dilaksanakan di 35 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Polres/ta/tabes jajaran melalui kolaborasi antara Biddokkes Polda Jateng, fungsi Binmas, Sie Dokkes Polres, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, serta Puskesmas setempat.

Hasilnya, dari total 4.666 personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah Jawa Tengah, sebanyak 4.322 personel atau 92,6 persen telah menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining TB Paru.

Kabiddokkes Polda Jateng, Kombes Pol drg. Agung Hadi Widjanarko, mengatakan capaian tersebut menunjukkan keseriusan Polda Jateng dalam membangun sistem deteksi dini yang kuat sebelum para Bhabinkamtibmas diterjunkan sebagai Tracer TB Paru di tengah masyarakat.

“Capaian skrining sebesar 92,6 persen ini menunjukkan keseriusan Polda Jateng dalam membangun sistem deteksi dini yang kuat. Sebelum para Bhabinkamtibmas menjalankan tugas sebagai Tracer TB Paru, kami harus memastikan terlebih dahulu bahwa mereka berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit Tuberkulosis sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Agung, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan dan skrining TB Paru yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, kesehatan mereka harus menjadi prioritas. Melalui skrining ini kami dapat melakukan deteksi dini, penanganan cepat, dan tindak lanjut yang tepat apabila ditemukan indikasi TB Paru,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Program Polda Jateng TOSS TB Paru merupakan inovasi yang memberdayakan Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB untuk membantu menemukan kasus secara dini, melakukan pelacakan kontak erat, memberikan edukasi kepada masyarakat, mendampingi pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta melaksanakan pelaporan secara terintegrasi dengan fasilitas kesehatan.

Dengan capaian skrining yang telah menembus angka 92,6 persen, Polda Jateng optimistis program TOSS TB akan semakin memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis di Jawa Tengah sekaligus mendukung target nasional eliminasi TB pada tahun 2030.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyebut keberhasilan pelaksanaan skrining terhadap ribuan Bhabinkamtibmas menjadi langkah awal yang sangat penting dalam memperkuat implementasi Program TOSS TB hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Keberhasilan pelaksanaan skrining terhadap 4.322 Bhabinkamtibmas ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memperkuat Program Polda Jateng TOSS TB. Dengan memastikan para Bhabinkamtibmas sehat dan siap bertugas sebagai Tracer TB, kami optimistis upaya deteksi dini, edukasi, serta pendampingan masyarakat dapat berjalan lebih efektif hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” katanya.

Menurut Artanto, peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri yang dekat dengan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membantu pemerintah mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan Tuberkulosis.

“Program ini menunjukkan bahwa Polri hadir mengambil peran aktif dalam mendukung pembangunan kesehatan. Melalui sinergi antara Polri, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat, kami berharap target eliminasi TB tahun 2030 dapat tercapai serta terwujud Jawa Tengah yang lebih sehat dan produktif,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |