JAKARTA, iNews.id – Rumah Sakit (RS) Lapangan Ruteng yang didirikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menangani tiga operasi korban gempa dalam dua hari pertama operasionalnya. Ketiga pasien tersebut menjalani operasi akibat cedera yang dialami saat gempa seperti patah tulang paha, lengan bawah, hingga tungkai.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya mengatakan hingga 20 Agustus 2026, sebanyak enam pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Lapangan Ruteng. Tiga pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, sedangkan tiga lainnya menjalani tindakan operasi.
Baca Juga
Update Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah jadi 83 Orang
“Pada 20 Agustus 2026, tim medis melakukan operasi terhadap dua pasien. Anjelus Jemarut (66 tahun) mengalami patah tulang pada lengan bawah akibat gempa dan menjalani operasi untuk memperbaiki posisi tulang yang patah. Pasien berikutnya, Febronia Patrisia Plate (43 tahun), menjalani operasi pada tungkai kanan setelah mengalami cedera akibat gempa. Pasien juga mengalami trauma pada bagian perut dan diduga mengalami patah tulang pada tulang belikat,” ujar Sumarjaya, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga
Muhammadiyah Ajak Jemaah Galang Dana, Sisihkan Infak Jumat untuk Korban Gempa NTT
Sehari sebelumnya, pada 19 Agustus 2026, RS Lapangan Ruteng melakukan operasi pertama terhadap seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Pasien mengalami patah tulang paha akibat gempa dan menjalani operasi pemasangan pen pada tulang paha.
RS Lapangan Ruteng didirikan Kemenkes untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan setelah gempa berdampak terhadap sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Flores.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
















































