WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim sistem pemilu negaranya sangat rentan terhadap campur tangan pihak asing. Dia bahkan menuding infrastruktur pemilu AS menjadi sasaran serangan berbagai kekuatan asing, termasuk China, Rusia, Iran, dan Korea Utara.
Oleh karena itu Trump menilai sistem pemilu AS saat ini tidak layak dipertahankan karena memiliki banyak celah keamanan. Menurut dia, kerentanan tersebut memungkinkan pihak asing memperoleh data pemilih hingga memengaruhi jalannya pemilu.
Baca Juga
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Trump menyampaikan pernyataan itu dalam pidato pada Kamis lalu, bersamaan dengan pengungkapan atau deklasifikasi temuan intelijen yang diklaim menunjukkan adanya campur tangan asing dalam sistem pemilu AS.
Mengutip laporan CIA, Trump mengatakan sejak pertengahan 2018, saat dirinya menjabat presiden periode pertama, Partai Komunis China menjalankan kebijakan untuk "memanfaatkan seluruh elemen dalam dan luar negeri".
Baca Juga
Trump Tuduh China Pegang 220 Juta Data Pemilih AS, Sebut Skandal Terbesar dalam Sejarah
Dia menuding China berupaya mengurangi perolehan suaranya pada Pilpres 2020, memaksanya mundur dari dunia politik, atau mencegahnya kembali mencalonkan diri sebagai presiden.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































