JAKARTA, iNews.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama bagi anak-anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap fakta memprihatinkan.
Ya, menurut Kemenkes, kelompok usia 5-14 tahun menjadi kelompok dengan angka kematian akibat dengue tertinggi, meski kasus terbanyak justru terjadi pada usia produktif.
Baca Juga
Fakta Mengejutkan! 59% Kematian akibat DBD Terjadi pada Anak
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak lengah memberikan perlindungan kepada anak dari gigitan nyamuk penyebab DBD. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika anak sudah terinfeksi.
Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI yang diwakili Agus Handito mengungkapkan, pada 2025, Indonesia mencatat sekitar 161 ribu kasus dengue dengan lebih dari 600 kematian. Sementara hingga pertengahan 2026, telah tercatat sekitar 50 ribu kasus dengan lebih dari 100 kematian.
Baca Juga
Jangan Anggap Sepele! Ini Jam Nyamuk DBD Paling Sering Menggigit Anak
Diskusi DBD di acara ASEAN Dengue Day 2026 di Jakarta, belum lama ini. (Foto: Istimewa)Menurut Agus, hingga 2025 kelompok usia 15-44 tahun masih menjadi penyumbang kasus dengue terbanyak. Namun, angka kematian paling banyak justru terjadi pada anak usia 5-14 tahun.


















































