101 Siswa SMKN 2 Rembang Dibekali Keselamatan Sebelum PKL 8 Bulan di Kapal Perikanan

23 hours ago 4

Pati, infojateng.id – Sebanyak 101 siswa Program Keahlian Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI) SMK Negeri 2 Rembang mendapat pembekalan sebelum menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kapal perikanan selama kurang lebih delapan bulan.

Pembekalan dilakukan oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati bertempat di Aula Danantya Virendra Satpolairud, Kecamatan Juwana, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Kasat Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan dan dihadiri Kepala UPP Kelas III Juwana Agus Monang Leonard, Wakasat Polairud AKP Budi Santoso, jajaran personel Satpolairud, Kepala SMK Negeri 2 Rembang Gatot Raharjo, para guru, serta perwakilan nahkoda kapal perikanan.

Dalam pembekalan tersebut, siswa tidak hanya diberikan materi teknis, tetapi juga pengetahuan mengenai keselamatan dan kedisiplinan selama berada di lingkungan kerja kapal.

Materi disampaikan oleh personel Satpolairud Polresta Pati, UPP Kelas III Juwana, serta para nahkoda kapal perikanan yang telah berpengalaman.

Kompol Hendrik mengatakan pembekalan menjadi bagian penting sebelum siswa terjun langsung ke dunia kerja di kapal perikanan. Menurut dia, kemampuan teknis harus dibarengi dengan pemahaman mengenai keselamatan kerja dan kedisiplinan.

“Pembekalan ini bertujuan agar para siswa memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan mental yang baik sebelum menjalani praktik kerja di atas kapal. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran,” kata Hendrik.

Para siswa mendapat materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Standar Operasional Prosedur (SOP) di kapal perikanan, tanggung jawab awak kapal, hingga pencegahan tubrukan di laut.

Mereka juga dibekali praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Selain itu, siswa dikenalkan dengan sejumlah titik rawan bahaya atau hazard spot di atas kapal.

Pengenalan tersebut dinilai penting agar siswa mampu mengidentifikasi potensi bahaya dan mengambil langkah pencegahan selama menjalani PKL.

Hendrik berharap pembekalan tersebut dapat membentuk calon tenaga kerja sektor perikanan yang profesional, disiplin, sekaligus memiliki budaya keselamatan kerja yang kuat.

“Bekal ini menjadi modal penting bagi siswa selama menjalani PKL di kapal perikanan,” ujarnya.

Ia juga meminta para siswa menjaga nama baik sekolah, menaati seluruh aturan di atas kapal, serta menjaga kesehatan selama menjalani praktik.

“Kami berharap seluruh siswa menjaga nama baik sekolah, mematuhi aturan di atas kapal, menjaga kesehatan, serta menjadikan pengalaman PKL sebagai sarana meningkatkan kompetensi. Dengan demikian, mereka siap menjadi tenaga kerja maritim yang berkualitas dan berdaya saing,” kata Hendrik.

Seratusan siswa tersebut dijadwalkan menjalani PKL di kapal perikanan selama sekitar delapan bulan. Program tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan sekaligus upaya meningkatkan kompetensi siswa di bidang teknik kapal penangkap ikan sebelum memasuki dunia kerja. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |