Kabupaten Semarang, infojateng.id – Sebanyak 18 Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Kabupaten Semarang menerima bantuan modal masing-masing Rp20 juta. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha di pendapa rumah dinas bupati, Rabu (29/7/2026) sore.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Istichomah mengatakan bantuan diberikan untuk mendorong pengembangan usaha kelompok sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Setiap Kube terdiri atas 10 anggota dan mendapatkan bantuan modal Rp20 juta. Dengan demikian, total bantuan modal yang disalurkan kepada 18 kelompok mencapai Rp360 juta.
“Setiap Kube mendapat bantuan modal Rp20 juta. Jumlah anggota tiap Kube sepuluh orang,” kata Istichomah.
Menurut dia, pemerintah daerah akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan usaha para penerima selama enam bulan.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat kinerja dan kelayakan usaha. Jika kelompok dinilai mampu berkembang tetapi masih membutuhkan tambahan modal, pemerintah membuka kemungkinan memberikan dukungan lanjutan.
Selain bantuan untuk Kube, Pemkab Semarang juga menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 20 penerima.
Masing-masing penerima UEP memperoleh bantuan Rp2,5 juta. Para penerima sebelumnya telah melalui proses verifikasi dan validasi oleh petugas Dinas Sosial.
Istichomah mengatakan sejumlah penerima UEP merupakan penyandang disabilitas yang telah memiliki usaha.
“Di antara penerima UEP adalah disabilitas yang memiliki usaha. Diharapkan, mereka dapat berdaya dan setara serta mandiri memenuhi kebutuhan hidupnya,” ujarnya.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan modal, tetapi juga memperkuat usaha yang telah dijalankan masyarakat.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta penerima bantuan memanfaatkan dana tersebut secara efektif dan tidak menggunakannya untuk kebutuhan di luar pengembangan usaha.
Menurut Ngesti, usaha yang dikembangkan masyarakat juga dapat diarahkan untuk mendukung program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Usaha peternakan ayam petelur, misalnya, dapat diupayakan mendukung program MBG. Jadi, harus benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan usaha,” ujar Ngesti.
Salah satu penerima bantuan, anggota Kube Candirejo Berkarya, Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Mustofiyah, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut.
Ia mengatakan modal akan digunakan untuk mengembangkan berbagai usaha yang selama ini dijalankan bersama anggota kelompok.
“Bantuan itu untuk mengembangkan aneka usaha yang kami kerjakan masing-masing dalam kelompok,” kata Mustofiyah.
Bersama anggota kelompok lainnya, Mustofiyah menjalankan sejumlah usaha, mulai dari peternakan ayam, laundry, konveksi, hingga produksi makanan ringan. (eko/redaksi)

14 hours ago
3

















































