Batang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memperkuat tata kelola data pemerintah daerah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola statistik sektoral dan informasi geospasial.
Upaya tersebut dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang melalui Sosialisasi Penguatan Kapasitas SDM Pengelola Data Statistik Sektoral dan Geospasial Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Hotel Kiyana Batang, Selasa (28/7/2026), itu diikuti para pengelola data dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Batang.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur mengenai penyelenggaraan statistik sektoral dan informasi geospasial. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat kompetensi pengelola data agar mampu menghasilkan informasi yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskominfo Batang Puji Setiyowati mengatakan, data berkualitas menjadi fondasi penting dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Karena itu, peningkatan kapasitas SDM pengelola data dinilai strategis agar setiap OPD mampu menghasilkan data yang valid dan terintegrasi.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkuat kapasitas para pengelola data statistik sektoral dan geospasial agar mampu menghasilkan data yang akurat, konsisten, serta sesuai dengan standar yang berlaku. Data yang berkualitas akan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan pelayanan publik yang semakin baik,” kata Puji.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait penyelenggaraan statistik sektoral, pengelolaan data geospasial, tata kelola data pemerintah, serta implementasi Satu Data Indonesia di tingkat daerah.
Para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan data di masing-masing OPD.
Puji berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antar-OPD dalam menghasilkan data berkualitas. Dengan demikian, penyusunan program pembangunan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan berbasis bukti atau evidence-based policy.
Ia juga mengapresiasi para pengelola data di setiap OPD yang dinilai telah bekerja secara teliti dalam mengolah, memutakhirkan, hingga mendiseminasikan data kepada publik secara akuntabel.
Sementara itu, Pj Sekda Batang Sri Purwaningsih melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Batang Asri Hermawan mengatakan, data berkualitas merupakan aset penting untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.
Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan harus didasarkan pada data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penguatan kapasitas SDM pengelola data statistik sektoral dan geospasial menjadi langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis data. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan akan semakin tepat sasaran,” ujar Asri.
Ia mengajak seluruh OPD untuk meningkatkan koordinasi dan konsistensi dalam pengelolaan data. Langkah tersebut diperlukan agar implementasi Satu Data Indonesia di Kabupaten Batang dapat berjalan secara optimal.
“Saya berharap seluruh OPD memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kualitas data. Data bukan sekadar angka, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan dan memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Batang,” katanya.
Asri menambahkan, berdasarkan Laporan Hasil dan Rekomendasi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2024, Kabupaten Batang memperoleh nilai indeks 2,78 dengan kategori baik.
Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi, tetapi tetap harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral.
Selain itu, Pemkab Batang pada 2025 memperoleh penghargaan Bhumandala Ariti (Perunggu) atas inovasi pemanfaatan informasi geospasial melalui GIS PBB SILEPBAH yang dikembangkan BPKPAD Kabupaten Batang.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa kita memiliki potensi besar dan telah berada di jalur yang benar dalam pengelolaan data geospasial. Mari kita jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas,” pungkasnya. (eko/redaksi)

1 month ago
60
















































