Polisi Brebes Dampingi Dua Balita Penderita CTEV hingga Penanganan Medis

6 hours ago 1

Brebes, infojateng.id – Polres Brebes menunjukkan dukungan terhadap program penanganan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor bawaan pada anak dengan mendampingi dua balita asal Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, hingga menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.

Pendampingan dilakukan personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Brebes bersama Bhabinkamtibmas Desa Malahayu, Aipda Adhi Kurniawan, saat kedua pasien menjalani pemeriksaan di RSI PKU Muhammadiyah Tegal, Kamis (17/9/2026) sore.

Petugas mendampingi pasien dan keluarga sejak proses administrasi, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, hingga koordinasi mengenai tahapan penanganan dan kontrol lanjutan sesuai hasil pemeriksaan dokter.

Dalam penanganan tersebut, kedua pasien juga mendapatkan bantuan pemasangan sepatu Dennis Brown sesuai kebutuhan medis. Sepatu tersebut merupakan bagian dari terapi CTEV untuk membantu mempertahankan posisi kaki setelah tindakan koreksi.

Kasi Dokkes Polres Brebes Penata Tk. I Rohmani,, mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan jajaran Polres Brebes terhadap program Kapolda Jawa Tengah dan Biddokkes Polda Jateng bersama Mentari Clubfoot.

“Sidokkes Polres Brebes bersama jajaran kewilayahan berupaya memberikan pendampingan kepada pasien dan keluarga, sehingga proses pemeriksaan maupun penanganan dapat berjalan dengan baik. Kami juga terus melakukan koordinasi dengan tenaga kesehatan terkait untuk memastikan pasien mengikuti tahapan terapi dan kontrol sesuai arahan dokter,” ujar Rohmani, Jumat (18/9).

Rohmani menjelaskan, CTEV merupakan kelainan bentuk kaki bawaan yang membutuhkan penanganan sedini mungkin dan dilakukan secara berkesinambungan.

Kepatuhan orang tua dalam mengikuti jadwal terapi dan kontrol juga menjadi bagian penting dalam proses penanganan.

“Penanganan CTEV membutuhkan kontinuitas terapi dan kontrol berkala. Karena itu, kami mengimbau keluarga untuk tetap disiplin mengikuti setiap tahapan yang telah ditentukan oleh dokter serta tidak melewatkan jadwal kontrol,” jelasnya.

Menurut Rohmani, peran Bhabinkamtibmas juga diperlukan untuk mendukung program tersebut. Kedekatan dengan masyarakat memungkinkan petugas membantu menemukan anak yang memiliki dugaan CTEV dan menghubungkannya dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Ke depan, kami akan terus melakukan monitoring terhadap kedua pasien, berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan dan keluarga, serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk membantu menemukan apabila masih terdapat anak dengan dugaan CTEV di wilayah Kabupaten Brebes,” katanya.

Sidokkes Polres Brebes juga akan melakukan pendataan apabila ditemukan pasien CTEV baru untuk selanjutnya difasilitasi mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis sesuai prosedur.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Brebes mendukung akses pelayanan kesehatan bagi anak sekaligus memastikan keluarga memperoleh informasi mengenai tahapan pemeriksaan, terapi, dan kontrol yang harus dijalani. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |