Jepara, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar doa bersama dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati Haul Raden Ajeng (RA) Kartini di Pendopo RA Kartini Jepara, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan sekaligus meneladani nilai-nilai yang diwariskan tokoh perempuan asal Jepara yang dikenal sebagai salah satu pelopor emansipasi perempuan Indonesia.
Acara dibuka Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara serta sejumlah kepala perangkat daerah atau yang mewakili. Pengajian diisi Kyai H. Akmal Salim.
Dalam sambutannya, Gus Hajar menyampaikan kebanggaan Jepara memiliki sosok pahlawan nasional RA Kartini.
Menurutnya, perjuangan dan pemikiran Kartini hingga kini masih menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, khususnya perempuan.
“Kita patut bangga mempunyai pahlawan RA Kartini. Ada dua tokoh yang hari lahirnya dirayakan secara luas oleh masyarakat, pertama Kanjeng Nabi Muhammad dan kedua RA Kartini,” ujar Gus Hajar.
Ia berharap semangat perjuangan Kartini dapat terus diteruskan oleh generasi penerus melalui peran aktif perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.
“Semoga perjuangan Kartini bisa diteruskan oleh ibu-ibu yang hadir di sini,” katanya.
Gus Hajar juga menyampaikan bahwa pada 15 November 2025, Pendopo dan rumah dinas Bupati Jepara ditetapkan sebagai Museum RA Kartini oleh Bupati Jepara.
Menurutnya, keberadaan museum tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga sejarah sekaligus mengenalkan keteladanan Kartini kepada generasi mendatang.
Ia berharap semangat perjuangan Kartini dapat berjalan seiring dengan cita-cita pembangunan Kabupaten Jepara.
“Mudah-mudahan Jepara dijadikan Allah sebagai Jepara Makmur, Unggul, Lestari dan Religius (MULUS),” harapnya.
Sementara itu, Kyai H. Akmal Salim dalam tausiyahnya mengulas perjalanan perjuangan RA Kartini serta nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
Selain doa bersama dan pengajian, kegiatan tersebut juga diisi santunan kepada 18 anak yatim. Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemkab Jepara berharap peringatan Haul RA Kartini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian, kebersamaan, serta komitmen melestarikan nilai-nilai sejarah.
Keteladanan Kartini juga diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda melalui perhatian terhadap pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kepedulian terhadap sesama. (eko/redaksi)

5 hours ago
1
















































