Pergerakan Penumpang Karimunjawa Tembus 190 Ribu, Bandara Dewadaru Catat 632 Penerbangan

5 hours ago 1

Jepara, infojateng.id – Mobilitas penumpang di Karimunjawa, Kabupaten Jepara, terus menunjukkan aktivitas tinggi. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, lebih dari 190 ribu pergerakan penumpang tercatat di kawasan kepulauan tersebut.

Data itu disampaikan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar saat mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam upacara Hari Perhubungan Nasional di halaman Kantor Unit Pelabuhan Kelas II Jobokuto, Jepara, Kamis (17/9/2026).

Gus Hajar mengatakan, sepanjang 2025 pergerakan penumpang naik dan turun di Karimunjawa tercatat lebih dari 247 ribu. Sementara hingga Agustus 2026, jumlahnya telah mencapai lebih dari 190 ribu pergerakan.

Konektivitas menuju kawasan kepulauan tersebut didukung berbagai moda transportasi, mulai darat, laut hingga udara.

Untuk transportasi darat, layanan angkutan perintis DAMRI melayani rute Pelabuhan Karimunjawa, Kemujan, Bandara Dewadaru hingga Pelabuhan Legon Bajak.

Sementara konektivitas laut diperkuat dengan hadirnya KM Express Bahari 7G pada rute Jepara-Karimunjawa. Kapal tersebut memiliki kapasitas hingga 487 penumpang.

“Di Karimunjawa, kita juga terus perkuat konektivitas,” ujar Gus Hajar.

Aktivitas transportasi udara di Karimunjawa juga tercatat melalui Bandara Dewadaru. Sepanjang Januari-Agustus 2026, bandara tersebut mencatat 632 pergerakan pesawat dengan jumlah penumpang mencapai 3.478 orang.

Sebagai pembanding, sepanjang 2025 Bandara Dewadaru mencatat 546 pergerakan pesawat dengan 3.666 penumpang.

Pengembangan konektivitas udara juga didukung rencana perluasan apron Bandara Dewadaru. Pemkab Jepara telah menghibahkan lahan seluas 4.703 meter persegi kepada Kementerian Perhubungan untuk kebutuhan tersebut.

“Guna perluasan apron, Pemkab telah melakukan hibah lahan seluas 4.703 meter persegi kepada Kementerian Perhubungan,” kata Gus Hajar.

Selain konektivitas, aspek keamanan dan pengawasan transportasi juga menjadi perhatian. Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Karimunjawa memasang CCTV di empat lokasi untuk memperkuat pengawasan di kawasan pelabuhan.

Sejak 2022, UPP Kelas III Karimunjawa juga telah menerbitkan sebanyak 962 Pas Kecil, yakni dokumen identitas dan tanda pendaftaran kapal kecil.

Gus Hajar menegaskan, pengembangan sektor transportasi harus tetap mengutamakan keselamatan. Menurutnya, peningkatan infrastruktur dan konektivitas harus diikuti kedisiplinan, pengawasan, kesiapan petugas, serta kepatuhan masyarakat.

“Saya ingatkan, bahwa kemajuan transportasi harus selalu berpijak pada keselamatan. Infrastruktur yang baik perlu disertai disiplin, pengawasan, kesiapan petugas, dan kepatuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keselamatan harus menjadi perhatian dalam setiap perjalanan karena menyangkut manusia, barang, dan lingkungan.

“Tidak boleh ada kelengahan karena setiap perjalanan menyangkut keselamatan universal, baik manusia, barang, dan lingkungan,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |