17 Siswa dan Guru di Jepara Diduga Keracunan MBG, Sempat Dibawa ke Rumah Sakit

23 hours ago 6

Jepara, infojateng.id – Sebanyak 17 siswa dan tenaga pendidik di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sempat dibawa ke rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).

Mereka terdiri dari 14 siswa dan tiga tenaga pendidik. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko mengatakan, seluruhnya mendapatkan penanganan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah dan telah diperbolehkan pulang. Tidak ada yang menjalani rawat inap.

Berdasarkan keterangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penerima manfaat yang mengalami keluhan berasal dari SD Karangkebagusan, SD Kauman, serta seorang tenaga pendidik TK Pertiwi.

Ahli Gizi SPPG Karangkebagusan, Muhammad Hafiz Nugroho, mengatakan pihaknya langsung membawa penerima manfaat yang mengeluhkan kondisi kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat setelah menerima laporan dari sekolah.

“Jadi totalnya 17, terdiri dari tiga sekolah dan satu tenaga pendidik TK Pertiwi. Untuk SD Karangkebagusan ada tiga siswa, sedangkan SD Kauman 13 orang, terdiri dari 11 siswa dan dua tenaga pendidik,” kata Hafiz.

Di SD Karangkebagusan, tiga siswa sempat dibawa untuk menjalani pemeriksaan. Namun, menurut pihak SPPG, salah satu siswa diketahui sudah mengalami sakit sejak dari rumah.

Sementara di SD Kauman, terdapat 13 orang yang mendapatkan penanganan, terdiri dari 11 siswa dan dua tenaga pendidik. Seorang tenaga pendidik TK Pertiwi yang mengeluhkan pusing juga menyusul menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Keluhan yang muncul di antaranya pusing dan sakit perut. Pihak SPPG menyebut tidak ada laporan muntah-muntah dari para penerima manfaat tersebut.

Makanan MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi putih, ayam katsu, tumis kol dan wortel, tahu goreng, serta anggur merah.

Hafiz mengatakan, pihaknya langsung menarik makanan setelah menerima laporan mengenai kondisi makanan dari dapur.

“Kami melakukan penarikan semua itu kurang lebih jam 9. Semua sekolah, semua penerima manfaat, B3 itu kami tarik semua,” ujarnya.

Pada hari itu, SPPG tersebut melayani delapan sekolah dengan total 2.688 porsi makanan. Rinciannya, 2.319 porsi untuk sekolah dan 369 porsi untuk penerima manfaat B3.

Untuk dua SMP dan tiga TK yang menjadi penerima MBG, makanan disebut belum dikonsumsi. Sementara di sejumlah SD, sebagian makanan sudah sempat dikonsumsi sehingga dilakukan pemantauan dan pendataan terhadap penerima manfaat.

Makanan yang belum dibagikan langsung ditarik. Adapun makanan yang sudah terlanjur dibagikan diinformasikan agar tidak dikonsumsi.

Hafiz menyebut pihaknya mendampingi para penerima manfaat hingga diperbolehkan pulang oleh rumah sakit. Biaya penanganan yang menjadi tanggung jawab SPPG, katanya, akan ditanggung pihaknya.

“Kami langsung membawa ke faskes terdekat dan mendampingi sampai benar-benar rumah sakit memperbolehkan yang terdampak pulang. Untuk biaya semua kami tanggung,” katanya.

Hingga kini, penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Pihak SPPG menyatakan investigasi masih dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama puskesmas.

SPPG juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Kesehatan untuk memantau kondisi penerima manfaat.

“Kalau kronologi kami belum bisa memberitahu karena masih investigasi dari Dinas Kesehatan dan puskesmas. Kami masih terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Dinkes,” ujar Hafiz.

Hingga seluruh penerima manfaat yang sempat dibawa ke rumah sakit dipulangkan, tidak ada yang menjalani rawat inap. Sementara itu, pihak SPPG menyatakan belum menerima laporan keluhan kesehatan dari penerima manfaat B3.

Kejadian tersebut juga telah dilaporkan secara berjenjang kepada koordinator kecamatan dan wilayah untuk ditindaklanjuti. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |