27 Tahun Terpisah, Purwanti Akhirnya Bertemu Keluarga di Pati

1 day ago 9

Pati, infojateng.id – Tangis haru pecah di Dukuh Cacah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jumat (24/7/2026). Setelah sekitar 27 tahun kehilangan kontak, Purwanti (59) akhirnya kembali bertemu dengan keluarganya.

Pertemuan tersebut berlangsung setelah keberadaan Purwanti diketahui warga dan kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa. Personel SPKT Polsek Margorejo turut mendampingi proses penjemputan hingga Purwanti diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Margorejo AKP Dwi Kristiawan mengatakan, polisi menerima informasi dari keluarga yang mendapat kabar mengenai keberadaan Purwanti di wilayah Kecamatan Margorejo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel SPKT Polsek Margorejo segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan identitas dan keberadaan Purwanti.

“Begitu menerima laporan, anggota kami langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Setelah dipastikan benar, kami mendampingi pihak keluarga menuju lokasi agar proses penjemputan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur,” kata AKP Dwi.

Saat tiba di lokasi, polisi mendapati Purwanti berada di rumah seorang warga Desa Sukoharjo. Kondisinya disebut sedang sakit dan masih dalam masa pemulihan.

Berdasarkan keterangan warga yang merawatnya, Purwanti sebelumnya dijemput dari Malaysia pada Februari 2026 setelah mengalami gangguan kesehatan. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit di Pati untuk menjalani pemeriksaan medis.

Karena kondisinya belum memungkinkan untuk beraktivitas secara normal, Purwanti selanjutnya dirawat di rumah warga hingga akhirnya keberadaannya diketahui oleh keluarga.

Sebelum proses penyerahan dilakukan, petugas melakukan verifikasi identitas dan dokumen keluarga. Polisi juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan warga yang selama ini merawat Purwanti.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan identitas, dokumen keluarga, hingga koordinasi dengan pemerintah desa dan warga yang selama ini merawat Ibu Purwanti. Tujuannya agar penyerahan berlangsung aman dan memberikan kepastian kepada seluruh pihak,” ujarnya.

Menurut keterangan keluarga, Purwanti berangkat bekerja ke Malaysia pada 1999. Sejak saat itu, komunikasi dengan keluarga terputus sehingga keberadaannya tidak diketahui selama bertahun-tahun.

Setelah 27 tahun tanpa kabar, informasi mengenai keberadaan Purwanti akhirnya diterima keluarga melalui pemerintah desa dan warga yang selama ini merawatnya.

Momen pertemuan kembali tersebut pun berlangsung penuh haru. Penantian panjang keluarga akhirnya berujung pada pertemuan dengan Purwanti yang selama puluhan tahun tidak diketahui keberadaannya.

AKP Dwi mengapresiasi kepedulian warga yang telah merawat Purwanti selama menjalani masa pemulihan hingga akhirnya dapat kembali bertemu dengan keluarganya.

“Kami mengapresiasi kepedulian warga yang telah merawat Ibu Purwanti dengan baik. Kepedulian seperti ini merupakan bentuk nyata nilai kemanusiaan dan gotong royong yang patut dijaga bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan, kehadiran Polri tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga memberikan pelayanan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

“Polri akan terus hadir membantu masyarakat, termasuk dalam upaya mempertemukan kembali anggota keluarga yang terpisah. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui keberadaan orang yang diduga hilang atau membutuhkan bantuan kepolisian sehingga dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Pertemuan Purwanti dengan keluarganya menjadi pengingat bahwa kepedulian warga, koordinasi pemerintah desa, dan respons cepat kepolisian dapat menjadi jembatan bagi keluarga yang telah lama terpisah untuk kembali dipertemukan.(eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |