Batang, infojateng.id – Kabupaten Batang bersiap menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan berskala nasional.
Presiden Republik Indonesia dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, pada Kamis 30 Juli 2026.
Mengusung tema “Hunian Berkualitas Menuju Indonesia Sejahtera”, kegiatan ini merupakan inisiatif Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian layak sekaligus mendorong pembiayaan perumahan yang lebih mudah dijangkau.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, akad massal tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Cileungsi, Jawa Barat, pada September 2025 dan Serang, Banten, pada Desember 2025.
“Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah penerima manfaat kembali meningkat sehingga menjadi salah satu kegiatan terbesar dalam sejarah penyaluran pembiayaan rumah subsidi di Indonesia,” kata Heru saat dihubungi, Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, sebanyak 62.000 akad KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan akan dilaksanakan secara serentak dengan total nilai pembiayaan sekitar Rp880 miliar.
Pelaksanaan akad dilakukan di lebih dari 100 titik yang tersebar di 36 provinsi melalui kerja sama dengan 36 bank penyalur mitra BP Tapera.
Dari total tersebut, sebanyak 200 calon debitur KPR Subsidi dan 200 debitur KUR Perumahan akan mengikuti prosesi akad secara langsung di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang. Sementara itu, 61.800 debitur lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai daerah di Indonesia.
Heru mengatakan, penerima manfaat program berasal dari berbagai latar belakang profesi. Mereka antara lain pekerja berpenghasilan tetap maupun tidak tetap, pengemudi ojek daring, guru, tenaga kesehatan, pemuka agama, asisten rumah tangga, anggota TNI dan Polri, hingga pelaku usaha kecil.
“Peserta yang menerima manfaat berasal dari berbagai profesi, baik pekerja berpenghasilan tetap maupun tidak tetap,” ujarnya.
Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada 10 penerima manfaat yang mewakili peserta KPR Subsidi dan KUR Perumahan.
Presiden juga direncanakan meninjau kawasan perumahan, berdialog dengan penghuni, serta menyapa peserta akad massal yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun virtual.
Heru mengatakan, berbagai persiapan terus dimatangkan untuk memastikan pelaksanaan agenda nasional tersebut berjalan lancar. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian PKP, tim kepresidenan, pemerintah daerah, perbankan penyalur, serta asosiasi pengembang perumahan.
Menurutnya, kehadiran Presiden dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap penyediaan hunian pertama bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
“Ini menjadi bukti bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap penyediaan hunian pertama bagi masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.
Hingga 23 Juli 2026, BP Tapera mencatat penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 111.537 unit rumah dengan total nilai pembiayaan sekitar Rp13,874 triliun.
Penerima manfaat pembiayaan tersebut mayoritas berasal dari pekerja swasta sebesar 63,88 persen. Selanjutnya, wiraswasta 17,26 persen, aparatur sipil negara, TNI, dan Polri 9,81 persen, serta kelompok profesi lainnya sebesar 9,05 persen.
Pemilihan Perumahan Puri Delta City Side sebagai lokasi utama pelaksanaan kegiatan nasional tersebut dinilai memiliki alasan strategis.
Kawasan hunian yang dikembangkan PT Dwiwahana Delta Megah itu berdiri di atas lahan sekitar 13 hektare dengan potensi pengembangan hingga 1.219 unit rumah.
Saat ini, sekitar 200 unit rumah telah selesai dibangun dan 150 unit di antaranya telah dihuni masyarakat. Pengembang yang tergabung dalam Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) tersebut juga disebut aktif mendukung program penyediaan rumah subsidi pemerintah di Jawa Tengah.
“Pelaksanaan akad massal KPR Subsidi dan KUR Perumahan di Batang diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan sektor perumahan dan perekonomian daerah,” tandasnya. (eko/redaksi)

1 day ago
9

















































