Jelang Hari Jadi ke-285, Bupati Rembang Ziarah Makam dan Situs Bersejarah

1 day ago 7

Rembang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar ziarah ketujuh makam tokoh dan situs bersejarah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para tokoh pendahulu yang memiliki jasa dalam perjalanan sejarah Kabupaten Rembang.

Selain itu, ziarah menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk merefleksikan perjalanan daerah sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan pembangunan.

Ziarah dilaksanakan secara serentak mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, instansi vertikal, hingga perwakilan perbankan.

Tujuh lokasi yang menjadi tujuan ziarah yakni Makam Pangeran KGPAA Djojo Adiningrat dan RA Kartini di Kecamatan Bulu, Makam Sayid Abdul Rahman atau Eyang Sambu di Kompleks Masjid Jami’ Lasem, Makam Pangeran Sedo Laut di Kauman Rembang, Makam Krapyak R. Islan Soebroto, Makam Noto Prajan di Desa Kabongan Kidul, Petilasan Sunan Bonang Lasem, serta Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Bhakti Rembang.

Bupati Rembang Harno memimpin langsung rombongan ziarah di kompleks Makam Pangeran KGPAA Djojo Adiningrat dan RA Kartini di Kecamatan Bulu.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro’ memimpin ziarah di Makam Eyang Sambu, Lasem. Adapun di lokasi lainnya, kegiatan ziarah dipimpin jajaran Forkopimda dan pejabat Pemerintah Kabupaten Rembang.

Wabup Harno mengatakan, ziarah menjelang Hari Jadi Kabupaten Rembang bukan sekadar tradisi tahunan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus melakukan evaluasi terhadap perjalanan pembangunan daerah.

“Ini adalah rangkaian Hari Jadi Kabupaten Rembang. Kami ziarah di makam RA Kartini beserta keluarganya. Momentum hari jadi ini sekaligus untuk mengoreksi mana yang sudah baik, minimal kita pertahankan, dan yang belum baik kita perbaiki bersama-sama,” ujar Harno.

Menurut dia, momentum hari jadi harus dimaknai sebagai kesempatan untuk melihat kembali capaian pembangunan yang telah dilakukan. Hal-hal yang dinilai baik perlu dipertahankan, sementara kekurangan harus menjadi bahan evaluasi dan diperbaiki secara bersama-sama.

Dalam kesempatan tersebut, Harno juga menyoroti keberadaan makam RA Kartini sebagai salah satu ikon sejarah Kabupaten Rembang.

Menurutnya, keberadaan makam tokoh emansipasi perempuan Indonesia tersebut memiliki nilai penting bagi Kabupaten Rembang sekaligus bangsa Indonesia. Karena itu, Pemkab Rembang berkomitmen mendorong pengembangan kawasan makam agar semakin representatif sebagai destinasi sejarah dan edukasi.

“Termasuk bagaimana makam Kartini ini merupakan ikon. Ke depan bagaimana bisa lebih bagus lagi. Nanti bisa dirembug bersama pihak keluarga dan pihak-pihak terkait,” katanya.

Selain mengenang jasa para tokoh pendahulu, kegiatan ziarah juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah, Forkopimda, serta berbagai unsur masyarakat.

Peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani nilai perjuangan dan pengabdian para tokoh terdahulu.

Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan Kabupaten Rembang agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |