Kota Pekalongan, infojateng.id – Sosialisasi bagi penjamah makanan sekolah kembali dilaksanakan dengan melibatkan guru pembina kantin serta pengelola kantin dari SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 4 kembali dilakukan. Itu dalam rangka meningkatkan pembinaan sekolah sehat.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pemenuhan standar kantin sehat di lingkungan sekolah menengah kejuruan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui Sanitarian Muda setempat, Maysaroh yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan, bahwa latar belakang pelaksanaan sosialisasi ini tidak terlepas dari komitmen bersama untuk memperkuat unsur sekolah sehat, khususnya pada aspek kantin sehat.
“Dalam rangka meningkatkan pembinaan sekolah sehat, salah satu unsurnya adalah kantin sehat. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pembinaan berkelanjutan kepada guru pembina dan pengelola kantin,” jelas Maysaroh, Senin (23/2/2026).
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini awalnya diinisiasi oleh Kepala SMKN 2 melalui program Sakpore Berhias yang artinya Spiritual, Aktual, Kompeten, Orientasi Global, Revolusi Industri, dan Excellent, Bersih, Hijau, Asri, dan Sehat.
Program tersebut mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik dan kompetensi, tetapi juga sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui pengelolaan kantin yang memenuhi standar kesehatan.
Sejak diinisiasi, edukasi bagi pengelola kantin dilaksanakan secara berkala. Kegiatan dapat diselenggarakan secara mandiri oleh pihak sekolah maupun melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat.
Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan pelatihan komprehensif yang mencakup kebijakan dan aturan pengelolaan pangan, jenis-jenis cemaran pada pangan serta cara pencegahannya, standar kebersihan tempat dan peralatan, penerapan personal higiene bagi penjamah makanan, proses dan tahapan pengolahan pangan yang higienis dan aman.
Penekanan diberikan pada pentingnya peran penjamah makanan sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Kesalahan dalam proses pengolahan, penyimpanan, maupun penyajian dapat berdampak langsung pada kesehatan peserta didik.
Ia menambahkan target utama dari kegiatan ini adalah agar kantin sekolah mampu memenuhi standar pengolahan pangan, seperti standar kelayakan tempat pengolahan, standar kebersihan dan kelayakan alat, standar higiene dan kompetensi penjamah makanan, standar mutu dan keamanan bahan pangan.
May, saapan akrab Maysaroh, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan standar penjamah pangan dapat terpenuhi secara optimal.
“Pelatihan ini adalah salah satu upaya untuk memenuhi standar penjamah pangan. Harapannya, seluruh kantin sekolah dapat menerapkan prinsip keamanan pangan secara konsisten,” ungkapnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan tercipta kantin sekolah yang tidak hanya menyediakan makanan yang lezat dan terjangkau, tetapi juga aman, higienis, serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berprestasi. (eko/redaksi)

23 hours ago
5

















































