JAKARTA, iNews.id - Plak jantung menjadi salah satu istilah yang belakangan banyak diperbincangkan setelah dikaitkan dengan olahraga lari jarak jauh. Meski terdengar mengkhawatirkan, tidak semua plak di pembuluh darah jantung langsung menyebabkan serangan jantung.
Plak jantung adalah penumpukan lemak, kolesterol, kalsium, dan zat-zat lain di dinding pembuluh darah arteri koroner yang bertugas mengalirkan darah ke otot jantung. Penumpukan ini terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun dan dikenal sebagai aterosklerosis.
Baca Juga
Polisi Pastikan Aktivitas Masyarakat Normal usai Bentrokan Maut di Menteng Jakpus
Jika plak terus bertambah, pembuluh darah dapat menyempit sehingga aliran darah menuju jantung berkurang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga serangan jantung apabila plak pecah dan membentuk gumpalan darah.
Dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata menjelaskan, keberadaan plak tidak selalu berarti seseorang akan mengalami penyakit jantung.
Baca Juga
833 Dapur MBG Ditutup Permanen, Paling Banyak di Luar Jawa
Dia mengutip sejumlah penelitian yang menemukan atlet olahraga endurance, termasuk pelari maraton, memiliki jumlah plak pembuluh darah jantung lebih banyak dibandingkan orang dewasa sehat. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan kondisi itu tidak berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung maupun kematian.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































