NEW YORK, iNews.id - Para diplomat Amerika Serikat (AS) melakukan aksi walk out dalam sidang Dewan Keamanan PBB membahas perang Rusia-Ukraina di Markas Besar PBB, New York, Senin (27/7/2026), saat duta besar Prancis berpidato.
Aksi walk out itu terkait dengan percekcokan pejabat kedua negara secara online terkait penolakan AS atas perpanjangan masa jabatan kepala dewan hak asasi manusia (HAM) PBB, Volker Turk. Posisi itu dijabat selama 4 tahun.
Baca Juga
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Mulanya misi Prancis di kantor PBB, Jenewa, Swiss, mengunggah pesan di media sosial X, Sabtu (25/7/2026), yang menyebut AS bukan lagi "mercusuar HAM" dan terisolasi bersama Korea Utara, Nikaragua, Mali, dan Rusia.
Duta Besar (Dubes) AS untuk PBB, Mike Waltz, kemudian merespons posting-an itu dengan mengatakan Prancis memilih seorang pemimpin HAM yang "banyak memberi ceramah kepada negara-negara demokrasi yang bebas dan berdaulat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Israel, namun bersekutu dengan para penindas terburuk di dunia".
Baca Juga
Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Setelah keluar dari ruang sidang, seorang diplomat AS, Dan Negrea, mengatakan, delegasinya akan terus melakukan walk out sampai Prancis meninggalkan "retorika yang merendahkan dan tidak menghormati".
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































