WASHINGTON, iNews.id - Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam menangani perang melawan Iran dinilai menjadi salah satu isu yang dapat memengaruhi hasil pemilu paruh waktu (midterm) AS pada November mendatang. Para ahli strategi Partai Republik bahkan mengkhawatirkan perang yang tidak populer tersebut akan menggerus perolehan suara partai, sehingga membuka peluang bagi Partai Demokrat untuk menguasai DPR maupun Senat.
Trump mengakui dirinya ingin mengelola konflik dengan Iran secara hati-hati agar tidak memberikan dampak politik yang besar terhadap pemilu paruh waktu. Pemilu tersebut akan menentukan komposisi DPR dan Senat AS yang saat ini masih dikuasai Partai Republik.
Baca Juga
Trump Ancam Serang Iran Lagi: Bakal Sangat Keras
"Terlepas dari apa yang disampaikan semua orang tentang pemilu, saya tidak terburu-buru. Kita harus melakukannya dengan benar," ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (28/7/2026).
Trump berpotensi menghadapi hambatan besar apabila Demokrat berhasil merebut salah satu atau bahkan kedua majelis Kongres. Kondisi tersebut akan mempersulit pemerintahannya dalam menjalankan agenda selama dua tahun sisa masa jabatan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan muncul kembali upaya pemakzulan terhadap dirinya.
Baca Juga
Trump Ingin Ngerem Perang Iran Jelang Pemilu Paruh Waktu AS
Di tengah kekhawatiran tersebut, Trump mengeklaim Iran menunjukkan keseriusan untuk kembali berunding demi menghidupkan kembali gencatan senjata. Perang antara AS dan Iran kembali pecah sejak 7 Juli lalu setelah kedua negara berselisih mengenai pengelolaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.


















































