KUWAIT CITY, iNews.id - Kuwait membantah laporan surat kabar Amerika Serikat (AS) The Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut negaranya ikut menyerang wilayah Iran. WSJ pada pekan lalu melaporkan dua negara Teluk, Bahrain dan Kuwait ikut menyerang wilayah Iran terkait konflik terbaru antara Teheran dengan Washington sejak 7 Juli lalu.
Duta Besar Kuwait untuk AS, Sheikha Al Zain Al Sabah, menegaskan laporan tersebut sama sekali keliru.
Baca Juga
Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Sirine Meraung-raung
Sheikha Al Sabah telah mengirim surat kepada dewan redaksi WSJ untuk membantah artikel berjudul "Jet Tempur Bahrain dan Kuwait Menyerang Iran dalam Pembalasan yang Langka di Teluk" yang diterbitkan pada Jumat (24/7/2026).
Dia mengatakan Kuwait tidak ikut serta dalam operasi militer apa pun terhadap Iran dan tidak mengizinkan penggunaan wilayah, ruang udara, maupun perairan teritorialnya untuk melancarkan operasi militer terhadap negara tetangga mana pun.
Baca Juga
Iran Balas Serangan AS, Gempur Pangkalan di Bahrain-Kuwait dan Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Dia menegaskan kembali sikap Kuwait untuk mendukung hukum internasional, menghormati kedaulatan negara, dan menyelesaikan sengketa melalui dialog dan diplomasi.
Sheikha Al Sabah juga mendesak WSJ untuk memperbaiki laporan tersebut. Dia menegaskan pelaporan yang akurat sangat penting di tengah ketegangan di kawasan guna menghindari opini publik menyesatkan mengenai isu-isu yang memengaruhi perdamaian dan keamanan internasional.
Baca Juga
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Editor: Anton Suhartono
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































