Bazar Ramadan Dongkrak Ekonomi Desa

1 day ago 5

Batang, infojateng.id – Bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum untuk meningkatkan spiritualitas, tetapi juga menjadi panggung nyata bagi kemandirian ekonomi warga.

Semangat inilah yang dibawa oleh Pengurus Ranting (PR) IPNU IPPNU Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

Melalui inisiatif segar, mereka sukses menyulap sepanjang jalan desa menjadi pusat perputaran ekonomi yang meriah. Langkah ini bukan sekadar agenda musiman.

Bertajuk Pasar Ramadan 2026, kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan oleh kader muda NU ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ujungnegoro, Karang Taruna, hingga PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

Sejak 19 Februari 2026 lalu, kawasan di depan SD Negeri Ujungnegoro, tepatnya di sepanjang Jl. Budi Arifin, mendadak riuh setiap sore.

Mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang berbuka, deretan lapak UMKM lokal menyajikan aneka kudapan yang menggugah selera.

Ketua IPNU Ujungnegoro Abdi Setyo F mengungkapkan, bahwa pihaknya ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi pedagang. Ketegasan waktu operasional dibuat sangat fleksibel demi kenyamanan para pelaku usaha.

Ia menjelaskan, Bazar Ramadan adalah pasar di bulan Ramadan yang dimulai dari 15.30 WIB hingga selesai.

“Jadi sebagai panitia, kita tidak mau memberhentikan batas waktu dagang mereka. Khawatir jika ada pedagang yang belum habis dagangannya dan kita cut, akan terkesan tidak etis,” kata Abdi, saat ditemui di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan, kegiatan ini bermula dari restu dan arahan Kepala Desa Ujungnegoro, Absah Erviana saat jajaran pengurus melakukan silaturahmi. Tujuannya yaitu mendongkrak UMKM sekaligus memudahkan warga mencari takjil.

“Konsep “lokalitas” menjadi ruh utama dalam bazar ini. Segala jenis lauk-pauk hingga minuman segar yang dijajakan merupakan hasil produksi tangan-tangan kreatif warga Ujungnegoro sendiri,” paparnya.

Sementara Ketua Pelaksana Imam Wicaksono menegaskan, bahwa fokus utama mereka adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat di tingkat desa.

Imam menyebut Bazar ini hanya ada di bulan puasa dan melibatkan warga lokal sebagai pedagangnya.

“Tujuannya yaitu mendongkrak perputaran ekonomi desa lewat UMKM yang ada di desa Ujungnegoro agar lebih baik dan menciptakan suasana Ramadan yang semarak,” tutur Imam.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa kolaborasi pemuda dan pemerintah desa mampu membawa dampak positif. Pasar Ramadan ini rencananya akan terus berlangsung hingga 18 Maret 2026 mendatang.

Ke depan, para pengurus berharap program ini tidak berhenti di tahun ini saja. Sinergi antara IPNU-IPPNU, pemuda, pemerintah desa, dan elemen masyarakat lainnya diharapkan menjadi tradisi tahunan demi mewujudkan cita-cita besar, yakni Ujungnegoro Hebat. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |