Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

1 month ago 43

DAMASKUS, iNews.id - Suriah dan Prancis pada 7 Juni menyepakati pertukaran duta besar (dubes) setelah terhenti selama 14 tahun atau selama kekuasaan rezim Bashar Al Assad.

Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa menyampaikan kesepakatan itu dalam konferensi pers bersama mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, di Damaskus.

Mencekam! Ledakan Guncang Dekat Hotel Tempat Macron Menginap di Damaskus Suriah

Baca Juga

Mencekam! Ledakan Guncang Dekat Hotel Tempat Macron Menginap di Damaskus Suriah

Sharaa menyebut kunjungan Macron sebagai tonggak sejarah menandai periode kerja sama yang damai dan mendalam antara kedua negara.

"Ini adalah kunjungan pertama presiden Prancis dalam 18 tahun. Kami mengumumkan kesepakatan untuk pertukaran duta besar antara Damaskus dan Paris," kata Sharaa, seperti dikutip dari Anadolu.

Macron Tiba di Suriah, Pemimpin Barat Pertama Berkunjung Setelah Tumbangnya Rezim Assad

Baca Juga

Macron Tiba di Suriah, Pemimpin Barat Pertama Berkunjung Setelah Tumbangnya Rezim Assad

Prancis menutup kedutaannya di Damaskus pada Maret 2012, saat masih di bawah pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy. Saat itu Suriah melakukan penindasan terhadap demonstran oleh rezim Bashar Al Assad.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |