Batang, infojateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan dalam menghadapi potensi bencana.
Sebanyak 50 lembaga pendidikan dari jenjang SD hingga SMA sederajat di Kabupaten Batang mendapat pembekalan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kegiatan yang digelar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang tersebut menyasar sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.
Pembekalan berlangsung di Aula Disdikbud Batang, Kabupaten Batang, Selasa (28/7/2026). Materi yang diberikan mencakup kesiapan infrastruktur, penguatan budaya sadar bencana, hingga manajemen sekolah dalam menghadapi situasi darurat.
Analisis Kebencanaan Muda BPBD Jawa Tengah Adi Widagdo mengatakan, sekolah perlu memiliki prosedur yang jelas ketika bencana terjadi agar keselamatan warga sekolah dapat terjamin.
“Misalnya terjadi banjir, mereka bisa mengungsikan anak didiknya maupun menyimpan arsip penting sekolah di tempat yang aman, sehingga memudahkan dalam operasi penyelamatan,” kata Adi saat menjadi pemateri.
Menurut dia, hampir seluruh wilayah Jawa Tengah memiliki potensi ancaman bencana dengan karakteristik yang berbeda-beda. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kabupaten Brebes termasuk daerah dengan tingkat risiko tinggi.
Ancaman bencana yang dihadapi wilayah Jawa Tengah antara lain banjir, tanah longsor, erupsi gunung api, hingga kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah mengatakan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan bimtek. Pihaknya akan mendorong adanya tindak lanjut agar sekolah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi mampu merespons bencana secara cepat dan tepat.
“Ketika warga sekolah mampu melakukan penanganan, sehingga anak didik kita tidak sampai jadi korban,” tegas Wawan.
Menurut dia, penguatan kapasitas satuan pendidikan dalam menghadapi bencana juga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan Indeks Ketahanan Daerah (IKD).
Sementara itu, Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, peserta bimtek diprioritaskan dari lembaga pendidikan yang memiliki tingkat kerawanan bencana paling tinggi.
Menurutnya, pembentukan dan penguatan SPAB penting untuk membangun kesiapsiagaan warga sekolah, khususnya ketika bencana terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
“Ini jadi langkah baik bagi anak didik nantinya karena dengan dibentuknya SPAB, mereka jadi lebih siap ketika mengalami bencana di saat kegiatan pembelajaran berlangsung,” ujar Bambang.
Ia mengatakan, program edukasi kebencanaan di sekolah sebenarnya telah dilakukan secara bertahap. Setelah pandemi Covid-19, Disdikbud Batang juga terus berkeliling memberikan edukasi kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana.
Meski materi mitigasi bencana belum secara khusus masuk dalam kurikulum pendidikan, edukasi dan pelatihan kebencanaan terus dioptimalkan di berbagai jenjang pendidikan. (eko/redaksi)

1 day ago
5

















































