Batang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) melalui Apel Siaga yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan rompi dan tanda pengenal petugas sensus oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meminta seluruh petugas sensus bekerja maksimal di lapangan guna memastikan data yang dihimpun akurat dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah pada masa mendatang.
“Kami minta petugas lapangan betul-betul terjun ke lapangan, melaksanakan tugas dengan baik, dan memastikan seluruh data yang dibutuhkan dapat terhimpun secara lengkap. Dari basis data inilah nanti kita mengetahui pondasi ekonomi Kabupaten Batang hari ini seperti apa,” ujar bupati.
Menurut Faiz, hasil sensus ekonomi tidak hanya menjadi potret kondisi ekonomi daerah saat ini, tetapi juga berfungsi sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi yang telah berjalan sekaligus menjadi landasan dalam merancang program pembangunan jangka panjang.
“Data ini penting untuk review kebijakan ekonomi yang sudah berjalan sekaligus menjadi dasar menyusun program-program setidaknya untuk 10 tahun ke depan. Termasuk melihat langsung kondisi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan atau intervensi pemerintah berdasarkan fakta lapangan,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan informasi secara terbuka. Bupati menegaskan seluruh proses pendataan tidak dipungut biaya karena telah dibiayai oleh negara.
“Sensus ini sangat penting dan masyarakat tidak dibebani apa pun. Justru hasilnya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sendiri. Saya minta masyarakat welcome terhadap para petugas sensus,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Batang menjelaskan bahwa SE26 menjadi sensus yang paling komprehensif karena tidak hanya mendata aktivitas usaha ekonomi, tetapi juga melakukan pembaruan data keluarga dan penduduk.
“SE26 ini kami sebut sebagai sensus dengan paket lengkap. Kami mendata usaha dari skala paling kecil hingga besar, sekaligus melakukan updating keluarga dan penduduk. Ini menjadi pondasi ekonomi yang sangat penting,” ungkapnya.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Batang telah menyiapkan dan melatih sebanyak 825 petugas selama enam hari penuh. Pendataan akan berlangsung sekitar dua setengah bulan dan menjadi salah satu pelaksanaan sensus terpanjang yang pernah dilakukan.
Seluruh bangunan akan dilakukan pendataan dan penandaan (tagging), mulai dari rumah tangga, usaha mikro, pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga perusahaan besar yang beroperasi di kawasan industri.
“Warung kecil, pedagang keliling, tukang becak, sampai perusahaan besar di kawasan industri seperti KEK juga akan kami data. Ini benar-benar sensus untuk semua sektor,” katanya.
BPS juga menyiapkan strategi khusus untuk menjangkau wilayah terpencil dan sulit diakses dengan membentuk tim task force yang akan bergerak secara kelompok agar pendataan lebih efektif dan efisien.
“Kami sudah memetakan wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Untuk daerah terpencil nanti petugas akan bergerak secara tim agar proses pendataan bisa langsung selesai,” tambahnya.
Pendataan door-to-door akan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebelumnya, BPS juga telah melakukan pendataan usaha besar melalui inovasi Ngibar (Pengisian Mandiri) dan Ngidam (Pengisian Pendampingan) yang berlangsung sejak Mei hingga pertengahan Juni 2026.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum yang hanya dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut untuk memastikan data diri maupun kondisi usahanya tercatat secara lengkap dan akurat.
Data yang valid dan menyeluruh diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, baik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan sosial masyarakat. (eko/redaksi)

1 month ago
50

















































