Dies Natalis ke-60, UIN Sunan Kudus Kukuhkan Dua Guru Besar dan Luncurkan Buku 87 Penulis

1 day ago 7

Kudus, infojateng.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-60 di Gedung Laboratorium Terpadu, Senin (10/8/2026).

Puncak peringatan enam dekade perjalanan UIN Sunan Kudus tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan dua guru besar, peluncuran buku bunga rampai, pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, serta apresiasi kepada tiga jurnal ilmiah yang berhasil meraih peringkat SINTA.

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., mengatakan usia 60 tahun menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan institusi sekaligus menatap masa depan dengan semangat baru.

Menurutnya, perjalanan panjang UIN Sunan Kudus merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika. Transformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi UIN menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi.

“Transformasi IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus bukan sekadar perubahan status kelembagaan. Ini adalah babak baru PTKIN Pantura Timur. Kita memasuki fase baru untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam yang memiliki mandat keilmuan lebih luas dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban,” ujar Abdurrohman.

Ia menegaskan, sebagai babak baru PTKIN di kawasan Pantura Timur, UIN Sunan Kudus harus mampu menjadi pusat keunggulan akademik dan intelektual yang tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga menjangkau kawasan yang lebih luas.

“UIN Sunan Kudus harus menjadi cahaya ilmu bagi Pantura Timur. Dari Kudus, kita ingin membangun pusat keunggulan akademik, melahirkan generasi intelektual yang berkarakter, memperkuat riset dan inovasi, serta menghadirkan lulusan yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Kukuhkan Dua Guru Besar

Dalam Sidang Senat Terbuka tersebut, UIN Sunan Kudus mengukuhkan dua guru besar.

Keduanya yakni Prof. Dr. Adri Effery, M.Ag. sebagai Guru Besar Bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam dan Prof. Dr. Ma’mun Mu’min, M.Ag., M.Si., M.Hum. sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Ilmu Tafsir.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Sunan Kudus memperkuat kapasitas akademik dan keilmuan institusi setelah bertransformasi menjadi universitas.

Luncurkan Buku 1.048 Halaman Karya 87 Penulis

Puncak Dies Natalis ke-60 juga ditandai dengan peluncuran buku bunga rampai berjudul “Spirit Sunan Kudus dan Islam Kosmopolitan untuk Peradaban Masa Depan.”

Buku setebal 1.048 halaman tersebut merupakan karya kolaboratif yang melibatkan 87 penulis dari kalangan profesor, akademisi, intelektual, dan peneliti.

Buku itu memuat beragam gagasan mengenai Islam kosmopolitan serta tantangan peradaban masa depan.

Peluncuran buku menjadi simbol bahwa peringatan 60 tahun UIN Sunan Kudus tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui karya intelektual yang merekam gagasan dan kontribusi sivitas akademika.

Apresiasi Mahasiswa dan Jurnal Berprestasi

Rangkaian Sidang Senat Terbuka juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.

Apresiasi diberikan kepada mahasiswa yang berhasil mengukir berbagai prestasi dan membawa nama UIN Sunan Kudus di berbagai ajang.

Selain mahasiswa, penghargaan juga diberikan kepada tiga jurnal ilmiah di lingkungan UIN Sunan Kudus yang berhasil meraih peringkat SINTA.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pengelola jurnal sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat budaya akademik di lingkungan UIN Sunan Kudus.

Memasuki usia 60 tahun, UIN Sunan Kudus menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan peradaban. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |