Jepara, infojateng.id – Bupati Jepara Witiarso Utomo mendorong pemerintah Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus mempercepat penanganan sejumlah persoalan infrastruktur yang masih dihadapi masyarakat.
Hal itu disampaikan Witiarso saat menggelar program Bupati Ngolah Pikir di Desa yang digelar di Balai Desa Tigajuru, Selasa (28/7/2026).
Dalam forum tersebut, Pemkab Jepara mengajak pemerintah desa menyusun langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan APBDes, mengembangkan potensi ekonomi lokal, serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri para Asisten Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, Camat Mayong, jajaran pemerintah desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk membahas secara langsung berbagai persoalan sekaligus merumuskan langkah penyelesaian sesuai kewenangan masing-masing.
Witiarso yang akrab disapa Mas Wiwit mengatakan, Desa Tigajuru memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan menjadi penggerak perekonomian masyarakat.
Salah satunya adalah CFD Kates atau Kuliner Tengah Sawah yang telah berkembang menjadi destinasi wisata kuliner dan mampu menarik minat masyarakat.
“Potensi yang sudah ada ini jangan hanya dipertahankan, tetapi harus terus dikembangkan. Pemerintah desa perlu melakukan pendataan pedagang, menyusun regulasi pengelolaan kawasan wisata, serta melengkapi sarana pendukung agar kawasan ini semakin nyaman dan memiliki daya tarik yang lebih besar,” ujar Witiarso.
Menurut dia, pengembangan kawasan wisata harus diikuti dengan penyediaan infrastruktur pendukung. Beberapa kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain pelebaran akses jalan, penyediaan tempat sampah, hingga penambahan tenda untuk pedagang.
Pemkab Jepara juga mengapresiasi dukungan Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang telah memberikan bantuan tenda stand untuk memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Selain wisata kuliner, Witiarso mendorong pengembangan UMKM Desa Tigajuru. Sejumlah produk lokal seperti kerupuk puli, onde-onde pyur, konveksi, gebyok, keong srutub, dan sate cecek dinilai memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.
Pemerintah desa diminta memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari fasilitasi perizinan usaha, promosi produk, keikutsertaan dalam pameran, hingga peningkatan kapasitas melalui pelatihan pemasaran digital dan e-commerce.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Desa Tigajuru.
Di sisi lain, persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Sejumlah masalah yang disampaikan antara lain kondisi jembatan yang terlalu rendah sehingga menghambat aliran air, kerusakan sejumlah ruas jalan desa, serta kondisi jalan provinsi pada ruas Tigajuru–Paren yang membutuhkan penanganan.
Witiarso menegaskan, berbagai persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan perangkat daerah dan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.
“Program Ngolah Pikir di Desa bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi wadah mencari solusi bersama. Permasalahan yang disampaikan masyarakat harus ditindaklanjuti secara nyata melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Melalui program tersebut, Pemkab Jepara berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat semakin erat.
Pembangunan desa pun diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi lokal dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah dan desa diharapkan menjadi fondasi untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera, sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Jepara yang inklusif dan berkelanjutan. (eko/redaksi)

1 day ago
5

















































