Jepara, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di tingkat desa. Bupati Jepara Witiarso Utomo memastikan penanganan jalan kabupaten dan provinsi di Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, telah dilakukan dan ditargetkan segera tuntas.
Hal itu disampaikan Witiarso saat menggelar program Ngolah Pikir (Ngopi) di Desa Tigajuru, Selasa (28/7/2026).
Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung aspirasi warga sekaligus membahas berbagai persoalan yang masih membutuhkan penanganan.
Bupati Witiarso hadir bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah isu dibahas dalam forum tersebut, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga pariwisata.
Petinggi Desa Tigajuru Khambali memaparkan kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Berdasarkan data yang disampaikan, panjang jalan desa di Tigajuru mencapai 7.965 meter. Sementara jalan kabupaten sepanjang 2.000 meter dan jalan provinsi mencapai 998 meter.
Dari total tersebut, sebanyak 6.575 meter jalan desa telah terbangun. Sementara seluruh ruas jalan kabupaten sepanjang 2.000 meter dan jalan provinsi sepanjang 998 meter juga telah tertangani.
Namun, masih terdapat sekitar 1.390 meter jalan desa yang mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat titik kerusakan pada ruas jalan kabupaten dan jalan provinsi yang masih membutuhkan penanganan.
Persoalan lain yang disampaikan dalam forum tersebut yakni kondisi jembatan desa. Pendangkalan sungai dan penggerusan badan jembatan menjadi perhatian karena dinilai dapat memengaruhi kondisi konstruksi.
Khambali mengatakan, sedimentasi di sekitar jembatan perlu dikeruk terlebih dahulu sebelum dilakukan revitalisasi secara menyeluruh.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan sebagian besar persoalan yang disampaikan masyarakat Tigajuru telah berhasil ditangani. Menurut dia, hanya tersisa sejumlah persoalan yang relatif mudah untuk diselesaikan.
“Hari ini Ngopi di Tigajuru lumayan tenang karena hampir semua problem sudah teratasi. Tinggal beberapa persen saja yang belum selesai. Setelah kegiatan Ngopi ini, semuanya akan segera kami proses lebih lanjut agar bisa tuntas seluruhnya,” ujar Witiarso.
Menurut Witiarso, program Ngolah Pikir menjadi salah satu cara pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi yang disampaikan warga kemudian dikoordinasikan dengan OPD terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Ngopi” juga menjadi bagian dari pendekatan jemput bola Pemkab Jepara dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.
Dengan koordinasi lintas sektor tersebut, Pemkab Jepara menargetkan berbagai persoalan yang masih tersisa dapat segera diselesaikan.
Langkah ini diharapkan mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah pedesaan. (eko/redaksi)

1 day ago
7

















































