Cerdas Bermedia Sosial, Pelajar SMK di Demak Dibekali Literasi Digital dan Tangkal Hoaks

5 hours ago 3

Demak, infojateng.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Demak dan Komisi A DPRD Kabupaten Demak bersinergi dengan jurnalis menggelar sarasehan jurnalistik dan literasi media bertajuk “Membangun Generasi Cerdas, Kritis, dan Berintegritas”.

Kegiatan yang digelar di SMK Miftahul Ulum Boarding School, Jogoloyo, Demak, pada Jumat (12/6/2026) ini, bertujuan membekali generasi muda agar melek digital, tangkal hoaks, serta memperkuat semangat nasionalisme di tengah derasnya arus informasi.

​Kepala Kesbangpol Kabupaten Demak, Kendaraih Iriani, menekankan pentingnya wawasan kebangsaan dan etika berinternet bagi Gen Z.

Menurutnya, sebagai kelompok yang mendominasi ruang digital, generasi muda harus dibekali literasi agar mampu menghasilkan konten yang bertanggung jawab dan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila.

​”Gen Z adalah penguasa media sosial. Jika mereka dididik cara membuat konten yang apik dan bertanggung jawab, saya yakin masa depan Indonesia akan jauh lebih baik. Jangan menyebarkan hoaks, mari hargai perbedaan dan perkuat solidaritas,” ujar Kendaraih.

​Dalam kegiatan ini, turut hadir sejumlah praktisi media sebagai narasumber. Pembina IJTI Muria Raya, Indra Winardi, memberikan pembekalan kepada para pelajar terkait pentingnya disiplin cek & ricek sebelum menyebarkan informasi.

Ia juga mengajak siswa untuk lebih kritis dan tidak asal membagikan konten yang belum jelas kebenarannya.

​Selain itu, hadir pula Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Demak, Wahib Pribadi dan Direktur USM TV Semarang, Saiful Hadi yang turut memberikan edukasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wahib menggaungkan pesan pentingnya menjaga integritas profesi jurnalis serta sinergi antara pewarta dan masyarakat dalam memerangi disinformasi.

​Antusiasme peserta terlihat nyata sepanjang kegiatan. Yarotus Sitha, siswi kelas 11 SMK Miftahul Ulum Boarding School, mengaku mendapatkan wawasan berharga yang mengubah cara pandangnya dalam bermedia sosial.

​”Kegiatan ini membuka mata saya. Banyak hal baru yang saya pelajari tentang cara memfilter informasi sebelum membagikannya. Ilmu ini sangat penting bagi saya agar bisa menjadi pengguna media sosial yang lebih bijak dan bertanggung jawab,” ungkap Sitha.

​Sarasehan ini diharapkan menjadi pemantik bagi para pelajar untuk menjadi produsen informasi yang cerdas, kritis, dan berintegritas, guna menciptakan ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda di Kabupaten Demak. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |