Atap Sekolah Roboh, 83 Siswa SDN 1 Tedunan Jepara Belajar di Rumah Warga

8 hours ago 4

Jepara, infojateng.id – Sebanyak 83 siswa SD Negeri 1 Tedunan, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah warga setelah sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan.

Relokasi dilakukan demi keselamatan siswa menyusul robohnya material struktur atap dan munculnya tanda-tanda kerusakan pada sejumlah ruang kelas. Sedikitnya tiga ruangan, yakni ruang guru, kelas 4, dan kelas 5, untuk sementara dikosongkan.

Kepala SDN 1 Tedunan Kresna Amiruddin mengatakan, kerusakan pertama kali diketahui pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu, sekolah masih dalam masa libur semester.

Menurut Kresna, penjaga sekolah yang sedang membersihkan ruang guru mendengar suara benda jatuh cukup keras. Setelah diperiksa, sejumlah material cor diketahui roboh dan menimpa lemari penyimpanan.

“Karena masih masa libur sekolah, tidak ada orang di lokasi sehingga tidak ada korban,” kata Kresna, Kamis (30/7/2026).

Kresna kemudian datang ke sekolah sekitar pukul 17.00 WIB untuk mengecek kondisi bangunan. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan indikasi kerusakan pada ruang kelas yang berada di sekitar ruang guru.

“Plafon ruang kelas 4 sudah mulai melengkung. Setelah saya lihat dari luar, struktur atapnya juga melengkung. Artinya kemungkinan ada struktur bangunan di bagian atas yang sudah mulai rusak,” ujarnya.

Tiga Ruang Dikosongkan

Pihak sekolah kemudian mengosongkan tiga ruangan yang dinilai berisiko, yakni ruang guru, kelas 4, dan kelas 5.

Kresna mengatakan, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Jepara juga meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan karena terdapat kemungkinan kerusakan pada ruang kelas lainnya.

“Demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak, kami disarankan melakukan relokasi sementara,” katanya.

Untuk sementara, siswa kelas 4, 5, dan 6 dipindahkan ke rumah warga yang berada di belakang kompleks sekolah.

Sebanyak 83 siswa terdampak relokasi tersebut. Rinciannya, 28 siswa kelas 4, 28 siswa kelas 5, dan 27 siswa kelas 6. Sementara jumlah keseluruhan siswa SDN 1 Tedunan mencapai 157 orang.

Menunggu Perbaikan

Pihak sekolah belum dapat memastikan sampai kapan kegiatan belajar mengajar berlangsung di rumah warga. Relokasi akan dilakukan hingga bangunan sekolah dinyatakan aman untuk digunakan kembali.

Saat ini, Dinas Dikpora Jepara tengah mengupayakan penanganan kerusakan melalui skema Bantuan Tidak Terduga (BTT).

“Untuk relokasi sampai kapan kami belum bisa memastikan. Hari ini Dinas Dikpora sedang mengupayakan agar perbaikan sekolah bisa masuk dalam Bantuan Tidak Terduga (BTT), sehingga proses penanganan dapat segera dilakukan,” ujar Kresna.

Sekolah berharap proses penanganan dapat segera dilakukan sehingga kegiatan belajar mengajar siswa dapat kembali berlangsung secara normal dan aman.

Pihak sekolah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan untuk mengantisipasi potensi kerusakan lanjutan. (eko/redaksi)  

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |