Maruarar Sirait Tinjau Rumah Lansia di Batang, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

1 day ago 6

Batang, infojateng.id – Suwiyah (80), warga Desa Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, akhirnya mendapat bantuan perbaikan rumah setelah puluhan tahun tinggal di hunian yang jauh dari standar layak huni.

Rumah Suwiyah menjadi salah satu lokasi yang ditinjau Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, Kamis (30/7/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Maruarar mengatakan kondisi rumah Suwiyah menunjukkan bahwa bantuan pemerintah memang diperlukan. Berdasarkan hasil verifikasi, rumah tersebut belum memiliki fondasi, sloof, kolom, maupun ring balok. Dinding masih menggunakan GRC, sementara lantainya berupa tanah dan pencahayaan serta sirkulasi udara belum memenuhi standar rumah layak huni.

“Saya sudah melihat langsung kondisi rumah Ibu Suwiyah bersama Pak Bupati dan Kepala Balai Jawa Tengah. Memang benar rumah ini tidak layak huni. Tidak ada fondasi, sehingga memang sudah seharusnya mendapat bantuan. Ini tepat sasaran,” kata Maruarar.

Melalui Program BSPS, Suwiyah mendapatkan bantuan pemerintah sebesar Rp20 juta dan dukungan swadaya sebesar Rp2,5 juta.

Renovasi akan difokuskan pada penguatan struktur bangunan, perbaikan dinding dan lantai, serta peningkatan pencahayaan dan penghawaan agar rumah menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman.

Berdasarkan informasi resmi Kementerian PKP, pekerjaan dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus hingga 7 Oktober 2026.

Selama rumah diperbaiki, Suwiyah akan tinggal sementara di rumah anaknya yang berada di sebelah rumahnya.

Maruarar juga memastikan rumah tersebut nantinya dilengkapi jendela agar sirkulasi udara dan pencahayaan menjadi lebih baik.

Bagi Suwiyah, bantuan tersebut menjadi kabar yang telah lama dinantikan.

“Saya senang sekali rumahnya bisa diperbaiki. Sudah dari dulu belum diperbaiki. Alhamdulillah, matur nuwun Pak Prabowo, rumah saya jadi mau diperbaiki,” ujar Suwiyah.

Kementerian PKP mencatat alokasi BSPS untuk Jawa Tengah pada 2026 mencapai 34.712 unit. Jumlah tersebut meningkat sekitar 460,86 persen dibandingkan alokasi 2025 yang sebanyak 7.532 unit.

Dari total tersebut, sebanyak 27.288 unit dialokasikan untuk wilayah perdesaan, 2.768 unit untuk kawasan pesisir, dan 2.998 unit untuk wilayah perkotaan.

Sementara Kabupaten Batang memperoleh alokasi 825 unit BSPS yang tersebar di 14 kecamatan dan 48 desa.

Maruarar meminta pemerintah daerah mengawal pelaksanaan program tersebut agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Ini tepat sasaran. Bantuan harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Maruarar juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan BSPS. Informasi mengenai penerima bantuan, kondisi rumah, rencana perbaikan hingga jadwal pelaksanaan harus dapat diketahui masyarakat.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang meminta imbalan kepada penerima bantuan.

Masyarakat diminta melapor kepada Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) atau instansi terkait apabila menemukan dugaan pungutan dalam pelaksanaan program.

Kementerian PKP menegaskan BSPS merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah.

Bagi Suwiyah, program tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan rumah. Setelah puluhan tahun menempati hunian yang tidak memenuhi standar, perempuan berusia 80 tahun itu kini memiliki harapan untuk menikmati rumah yang lebih aman dan layak. (eko/redaksi)  

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |