Di Balik Inflasi yang Terkendali, Perlindungan bagi Kelas Menengah Kian Mendesak

1 month ago 37

Achmad Nur Hidayat 
Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta

APA gunanya inflasi disebut terkendali jika keluarga kelas menengah tetap harus menghitung ulang bensin, ongkos perjalanan, tiket pesawat, biaya sekolah, cicilan, dan belanja bulanan pada saat yang sama? 

Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44%, Kenaikan Harga BBM dan Tiket Pesawat jadi Pemicu

Baca Juga

Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44%, Kenaikan Harga BBM dan Tiket Pesawat jadi Pemicu

Pertanyaan ini muncul setelah Badan Pusat Statistik merilis inflasi Juni 2026 sebesar 0,44 persen secara bulanan dan 3,34 persen secara tahunan. Secara makro, angka itu masih terlihat aman. Akan tetapi, bagi rumah tangga berpendapatan tetap, inflasi bukan sekadar angka rata-rata. Ia adalah tekanan kas yang makin menjadi beban berat.

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen Juni 2026 berada di level 111,89, dengan inflasi tahun kalender 1,79 persen dan inflasi inti tahunan 2,76 persen. Bank Indonesia juga menyatakan inflasi IHK Juni 2026 masih berada dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen. 

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

Baca Juga

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

Secara teknokratis, pemerintah dapat mengatakan stabilitas harga masih terjaga. Akan tetapi, cara membaca inflasi tidak boleh berhenti pada rata-rata nasional. 

Rata-rata yang tampak jinak dapat menyembunyikan tekanan berat pada kelompok tertentu, terutama kelas menengah bawah yang tidak selalu mendapat bantuan sosial, tetapi belum cukup kuat menahan guncangan harga.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |