JAKARTA, iNews.id - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp1.140 triliun. Pemerintah memperkirakan proyek tersebut dapat menghemat pengeluaran negara hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kebutuhan investasi tersebut berasal dari keseluruhan pembangunan PLTS 100 GW. Penghematan diperoleh dari pemanfaatan listrik PLTS yang dilengkapi baterai dibandingkan biaya pembangkit berbasis gas uap atau diesel.
Baca Juga
PLTS 100 GWp Dikebut hingga 2029, RI Bisa Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun
“Salah satu program Presiden adalah mempercepat implementasi 100 GW PLTS. Total investasi dari 100 GW ini sekitar 73 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun,” ujar Bahlil dalam acara Peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali, Selasa (25/8/2026).
Selain menekan pengeluaran negara untuk subsidi energi, proyek PLTS 100 GW diproyeksikan membuka lapangan kerja hingga 5,5 juta orang.
Baca Juga
Prabowo Bangun PLTS 100 GWp, Istana: Ciptakan 1,7 Juta Lapangan Kerja
Angka tersebut berasal dari estimasi kebutuhan tenaga kerja konstruksi sebanyak 3.465.000 orang dan tenaga kerja sektor manufaktur sekitar 2.053.000 orang.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































